Minyak Tergelincir seiring Perhitungan Awal Hasil Pemilu AS Dimulai

PT RIFAN FINANCINDO – RIFAN FINANCINDOMinyak tergelincir lebih lanjut ke bawah $ 45 per barel seiring perhitungan hasil pemilu AS dimulai, dengan Hillary Clinton unggul tipis dalam jajak pendapat, dan sebelum data pemerintah mingguan yang diperkirakan akan menunjukkan ekspansi dalam stok.

Berjangka turun 0,5 persen di New York setelah naik 2,1 persen pada dua sesi sebelumnya. Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan kandidat Demokrat mengungguli saingannya dari Partai Republik dan hasil resmi berdatangan setelah pemungutan suara di beberapa negara bagian ditutup. Pasokan minyak mentah di luar AS naik 4,4 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan melaporkan Selasa lalu. Data pemerintah Rabu diperkirakan juga menunjukkan stok minyak naik sebesar 2 juta barel. Indeks volatilitas minyak mendekati level tertinggi dalam lebih dari sebulan.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember di level $ 44,76 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 22 sen, pada pukul 08:20 pagi waktu Hong Kong. Kontrak tersebut naik 9 sen ke level $ 44,98 pada hari Selasa. Total volume perdagangan yakni sekitar 46 persen di bawah rata-rata 100-hari. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA  – Emas Berayun di Perdagangan Asia seiring Investor Cermati Hasil Poling Sementara

PT RIFAN FINANCINDO – Emas fluktuatif seiring investor mencermati hasil poling sementara pada negara bagian dalam pemilihan presiden AS, dengan beberapa investor lebih mengantisipasi kemenangan bagi Hillary Clinton ketimbang Donald Trump setelah jajak pendapat menempatkan Demokrat berada di garda depan dalam voting.

Bullion untuk pengiriman segera awalnya jatuh di perdagangan Asia, kehilangan 0,6 persen ke level $ 1,268.30 per ounce, yang merupakan level terendah sejak 28 Oktober, sebelum memulihkan penurunannya, menurut harga publik Bloomberg. Emas sedikit berubah di level $ 1,277.33 pada pukul 8:24 pagi waktu Singapura.

Dengan pemungutan suara ditutup di Georgia, Indiana, setengah bagian barat dari Kentucky, New Hampshire, Carolina Selatan, Vermont, Virginia, dan sebagian besar dari Florida, Clinton telah diproyeksikan jaringan AS memenangkan Vermont, , sementara Trump telah diproyeksikan untuk memenangkan Indiana dan Kentucky. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan