OPEC Bahas Kuota Produksi, Minyak Menuju Penurunan Mingguan

PT RIFAN FINANCINDO – RIFAN FINANCINDOMinyak bersiap untuk penurunan mingguan pertama sejak September dimana komite OPEC akan bertemu di Wina hari Jumat ini untuk membahas kuota produksi untuk anggota yang berpartisipasi dalam kesepakatan demi pemangkasan produksi.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York dan turun 2,3 persen untuk minggu ini. Brasil akan menghadiri pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang berkumpul di hari Sabtu, bergabung dengan produsen lain di luar kelompok, termasuk Rusia, berusaha untuk membina kerjasama dengan non-anggota pada pengurangan produksi. Arab Saudi dan sekutunya Teluk bersedia untuk memangkas 4 persen dari produksi puncaknya, Reuters melaporkan, mengutip dari para analis.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember di $ 49,67 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 5 sen, pada 08:31 pagi di Hong Kong. Kontrak tersebut naik 54 sen ke $ 49,72 per barel pada hari Kamis. Total volume perdagangan sekitar 86 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga bersiap untuk penurunan mingguan pertama dalam enam minggu.

Brent untuk pengiriman Desember diperdagangkan turun 6 sen ke $ 50,41 per barel London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak berjangk naik 49 sen, atau 1 persen, ke $ 50,47 per barel pada hari Kamis. Harga turun 2,7 persen minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar 74 sen untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham Asia Naik Di tengah Laporan Laba Seiring Penguatan Saham Jepang

PT RIFAN FINANCINDO – 

Saham Asia naik, dipimpin oleh reli pada saham Jepang pasca pelemahan yen. Keuntungan di pasar lain yang lebih sederhana karena para investor mengkaji beragam laporan laba  menjelang pertemuan bank sentral dan pemilihan presiden AS.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen ke 138,93 pada 09:02 pagi di Tokyo, menghentikan penurunan dua harinya. Indeks Topix Jepang naik 0,5 persen karena yen menuju penurunan bulanan terbesar sejak Mei di tengah padatnya laporan laba, dan karena investor menunggu keputusan bank sentral terkait stimulus pada Selasa depan. Indeks S & P 500 terlihat bergerak kurang dari 0,5 persen setiap harinya dalam minggu ini karena investor menunggu pertemuan berikutnya dari The Fed dan pemilihan presiden pada 8 November nanti.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan