OPEC Lanjutkan Pemangkasan Produksi, Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Kedua

Rifanfinancindo – RifanfinancindoMinyak menuju kenaikan mingguan kedua karena OPEC dan negara-negara produsen lainnya melanjutkan pemotongan produksi untuk mengurangi persediaan global yang membengkak dan menstabilkan pasar.

Minyak berjangka untuk bulan depan sedikit berubah di New York, naik 2,5 persen selama seminggu dan ditetapkan untuk kenaikan mingguan terbesar sejak 2 Desember. OPEC dan produsen lain dijadwalkan akan mencapai target pengurangan 1,8 juta barel per hari pada bulan depan, kata Menteri Energi Aljazair Noureddine Boutarfa pada Kamis kemarin. Negara-negara yang tergabung cenderung sepenuhnya mematuhi kesepakatan dan pembatasan tersebut akan membawa pasar minyak mentah global akan mencapai keseimbangan di awal tahun ini, menteri minyak Kuwait mengatakan pada hari Rabu.

Minyak berfluktuasi di atas $ 50 per barel sejak 11 negara termasuk Rusia pada bulan lalu bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk memangkas pasokan mereka. Sementara Arab Saudi mengatakan lebih dari 80 persen dari pemotongan yang ditargetkan telah dilaksanakan sejak kesepakatan itu mulai berlaku pada 1 Januari, Badan Energi Internasional memperkirakan keuntungan dalam produksi shale AS setelah harganya menguat.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret berada di $ 53,72 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 6 sen, pada pukul 08:53 pagi di Hong Kong. Total volume perdagangan sekitar 79 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak WTI naik $ 1,03 menjadi $ 53,78 pada hari Kamis. Harga untuk bulan depan rata-rata sekitar $ 52 per barel sejak awal Desember lalu.

Minyak Brent untuk pengiriman Maret menambahkan $ 1,16, atau 2,1 persen, menjadi $ 56,24 per barel di ICE Futures Europe exchange, pada Kamis kemarin. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi lebih besar $ 2,46 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Meksiko tolak danai proyek tembok perbatasan AS-Meksiko

Rifanfinancindo – RifanfinancindoPemerintah Meksiko tidak akan mendanai proyek pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko-Amerika Serikat, sebagaimana diputuskan Presiden AS Donald Trump.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, yang juga mengaku “meratapi” rencana pembangunan pembatas seraya menambahkan bahwa “Meksiko tidak percaya pada tembok.”

Soal pihak mana yang akan membiayai pembangunan tembok, Nieto menegaskan, “Saya sudah berulang kali katakan, Meksiko tidak akan mendanai tembok apapun.”

“Hal ini mengemuka selagi negara kami tengah membahas aturan baru dalam bekerja sama, perdagangan, investasi, keamanan, dan migrasi di kawasan Amerika Utara. Sebagai presiden saya memikul tanggung jawab penuh untuk membela kepentingan Meksiko dan warga Meksiko.”

“Berdasarkan laporan akhir para pejabat di Washington DC dan nasihat dari Kamar Dagang, sejumlah gubernur, dan sebagainya, saya akan memutuskan langkah selanjutnya yang akan diambil. Meksiko menawarkan persahabatan untuk rakyat Amerika dan kesediaan untuk mencapai kesepakatan dengan pemerintah mereka, kesepakatan yang menguntungkan baik Meksiko maupun AS,” papar Nieto.

Tembok perbatasan

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahnya akan segera membangun tembok di perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko, untuk mewujudkan salah satu janji kampanyenya.

Trump telah menandatangani surat keputusan pembangunan tembok, yang panjangnya bisa mencapai 2.000 mil dengan biaya miliaran dolar, yang biayanya nanti akan diganti oleh pemerintah Meksiko, posisi yang sudah ditolak oleh pemerintah di sana.

Biaya untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko, menurut Trump, mencapai sekitar US$8 miliar atau sekitar Rp106 triliun namun sejumlah pihak meyakini biaya yang sebenarnya mungkin bisa dua kali lebih besar.

Sumber : BBC

 

Rifan Medan