Pasokan Yang Cukup Imbangi Pemotongan Oleh OPEC, Minyak Ditutup Turun

Rifanfinancindo – RifanfinancindoMinyak melemah dari penutupan tertinggi sejak Juli 2015 di New York karena rekor cadangan minyak mentah AS mengimbangi pemangkasan produksi OPEC.

Minyak berjangka turun 0,8 persen. Data pemerintah AS menunjukkan persediaan naik 564.000 barel menjadi 518.7 juta pada pekan lalu, level tertinggi dalam data mingguan sejak tahun 1982. Namun, itu adalah kenaikan terkecil tahun ini dan bertepatan dengan penurunan impor. Perlambatan ekspansi mungkin menandakan penurunan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mulai memperketat pasokan global.

Analis dari Goldman Sachs Group Inc. hingga Aspek Energy Ltd. mengatakan cadangan minyak AS didorong oleh pengiriman pembelian sebelum produsen minyak mulai memangkas produksi pada bulan Januari. Sedangkan peningkatan pasokan, yang telah membuat harga di kisaran ketat di atas $ 50 per tahun ini, melambat pada minggu lalu, Citigroup Inc. mengatakan kelimpahan yang diciptakan OPEC dengan meningkatkan produksi sebelum kesepakatan itu berarti mereka akan perlu untuk memperpanjang pemotongan mereka melewati bulan Juni.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun 46 sen untuk ditutup di level $ 53,99 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga naik menjadi $ 54,45 pada hari Kamis, penutupan tertinggi sejak 2 Juli 2015. Jumlah volume perdagangan sekitar 36 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman April turun 59 sen, atau 1 persen, ke $ 55,99 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent naik 0,3 persen dalam minggu ini. Minyak mentah acuan global ditutup lebih besar $ 2 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham Hong Kong turun ditengah melemahnya sektor sumber daya (Review)

Rifanfinancindo – Saham-saham Hong Kong jatuh untuk hari kedua pada hari Jumat ini, karena perusahaan sumber daya terseret oleh melemahnya pasar komoditas di China serta penurunan tajam dalam arus masuk uang dari Shanghai.

Indeks Hang Seng acuan turun 0,6%, ke level 23,965.70, sementara Indeks Hong Kong China Enterprises turun sebanyak 1,0%, ke level 10,418.66.

Indeks utama turun 0,3% untuk pekan ini.

Arus masuk menuju selatan melalui Bursa Connect Shanghai-Hong Kong yang digunakan hanya 5,4% dari kuota harian, dibandingkan dengan 25% pada Kamis.

Saham sumber daya membukukan penurunan terbesar sehari sejak 9 Maret, turun 3,4% pada hari Jumat setelah mencapai 20-1/2-bulan di sesi sebelumnya.

Optimisme terhadap sektor ini berkurang sebagian karena melemahnya pasar komoditas di China daratan. Harga berjangka bijih besi turun 2,4% pada penutupan.

Hampir semua sektor melemah pada hari Jumat, tapi saham telekomunikasi menguat 0,5% pasca menerima dorongan dari saham kelas berat China Unicom Hong Kong Ltd.

Saham operator telekomunikasi terbesar kedua China melonjak sekitar 3,4% setelah melaporkan kenaikan tajam pada perangkat selular dan jaringan 4G pada bulan Januari dan juga harapan reformasi restrukturisasi.(yds)

Sumber : Reuters

Rifan Medan