Pelemahan Dolar Picu Reli Dalam Komoditi, Minyak Ditutup Menguat

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOMinyak naik dari level terendah tiga bulan di New York karena melemahnya dolar mendukung selera investor terhadap komoditas.

Minyak telah tergelincir 19 persen dari tertingginya di awal Juni, mengakhiri pemulihan yang memperlihatkan harga hampir dua kali lipat dari level terendah 12 tahun pada bulan Februari lalu. Gangguan pasokan dari Nigeria hingga Kanada yang memangkas surplus di seluruh dunia telah mereda, sementara kekhawatiran tentang penguatan permintaan telah meningkat. Produsen minyak termasuk Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. melaporkan penurunan tajam dalam laba kuartal kedua karena harga terus mengalami pelemahan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 46 sen dan ditutup di level $ 41,60 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak berjangka menyentuh level intraday terendah sejak 20 April di $ 40,57. Harga WTI telah turun 5,9 persen dalam minggu ini. Total volume yang diperdagangkan adalah 20 persen di bawah rata-rata 100-hari pada pukul 02:42 siang.

Minyak Brent untuk pengiriman September, yang berakhir pada hari Jumat, turun 24 sen, atau 0,6 persen, ke $ 42,46 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Itu adalah penutupan terendah untuk kontrak bulan depan sejak 8 April. Sementara untuk bulan Oktober naik 30 sen menjadi $ 43,53. Brent untuk bulan September ditutup lebih besar 86 sen dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Emas Menguat Untuk Minggu Kedua Terkait Dolar dan Data Ekonomi AS

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO -?Emas berjangka menguat untuk minggu kedua berturut-turut karena pelemahan dolar dan ekonomi AS tumbuh kurang dari yang diharapkan pada kuartal kedua, mendorong permintaan untuk logam sebagai penyimpan nilai.

Produk domestik bruto di Amerika naik pada tingkat tahunan sebesar 1,2 persen pada kuartal terakhir, menurut laporan pemerintah. Perkiraan rata-rata ekonom yang disurvei Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 2,5 persen. Indeks dolar turun untuk hari keempat dan mencapai level terendah dalam ?empat pekan.

Emas telah reli dalam tahun ini karena Federal Reserve menunda menaikkan suku bunga, membuatnya lebih menarik bagi investor. Kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global, pemilihan presiden AS dan keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah menambahkan permintaan untuk aset haven, mendorong harga emas naik sekitar 28 persen pada tahun 2016.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 1,2 persen untuk menetap di $ 1,357.50 per ons pada pukul 01:45 siang di Comex New York. Harga emas naik 2,8 persen dalam bulan ini.

Kepemilikan di ETF berbasis emas menambahkan 2,65 metrik ton menjadi 2.002 ton pada hari Kamis, menurut? data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.(frk)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan