1

Pemasangan THAAD yang Dipercepat, Picu Perselisihan di Kalangan Capres Korsel

Rifan Financindo – Rifan FinancindoCalon-calon presiden Korea Selatan mengkritik pemasangan terburu-buru sistem anti-misil Amerika Terminal High Altitude Defense (THAAD) kurang dari dua pekan sebelum pemilu di negara mereka.

Rabu pagi (26/4), sebuah konvoi militer terdiri dari 20 truk dan trailer memindahkan komponen-komponen THAAD ke lokasi yang ditetapkan di lapangan golf milik Lotte di kawasan pedesaan Seoungju di bagian tenggara negara itu.

Di antara yang dikirim itu adalah bagian-bagian penting yang diperlukan agar sistem THAAD operasional, yaitu peluncur yang mudah dipindah-pindah, misil pencegat yang diperlengkapi teknologi pelacak dengan inframerah, dan sistem radar yang canggih untuk menarget misil musuh.

Hari Kamis, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan THAAD dipindahkan lebih cepat dari jadwal untuk menanggapi ancaman misil balistik dan nuklir Korea Utara yang meningkat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Moon Sang-kyun mengatakan, berdasarkan pemahaman bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, dan karena situasi keamanan yang serius di Semenanjung Korea, kebutuhan akan kemampuan operasi sistem THAAD semakin mendesak.

Sementara itu Harry Harris, komandan Komando Pasifik Amerika dalam dengar keterangan di Kongres di Washington hari Rabu menyatakan sistem THAAD akan operasional dalam beberapa hari ini.

Tetapi operasi pemindahan mendadak itu berlangsung sebelum inspeksi lingkungan hidup dan konstruksi di lokasi itu tuntas, dan sebelum pemilihan presiden 9 Mei di mana THAAD menjadi isu kampanye yang menimbulkan perbedaan pendapat.

Moon Jae-in, calon unggulan dari Partai Demokrat Liberal yang berhaluan liberal mengritik pengerahan mendadak tersebut. Ia mengatakan ingin menangguhkan pengerahan sistem antimisil canggih Amerika itu hingga presiden baru terpilih dan dapat mengevaluasi manfaat dan kerugiannya.

Ahn Cheol-soo dari Partai Rakyat, kandidat unggulan kedua, yang mendukung sistem THAAD, juga mencela pengerahan yang dipercepat oleh pasukan militer Korea Selatan dan Amerika sebagai upaya untuk memintas hambatan-hambatan hukum dan demokrasi.

Sumber: voaindonesia

BACA JUGA : EUR/USD Terlihat Ingin Dapatkan Kembali 1,0875 Jelang IHK ZE, PDB AS

Rifan Financindo – EUR/USD menemukan support sekali lagi dekat area 1,0855, dan mencoba tendangan kecil dari sana dalam upaya untuk mendapatkan kembali 1,0875 di tengah berkurangnya permintaan dolar AS.

Greenback berada di bawah tekanan jual baru terhadap sebagian besar mata uang utama, menyusul berita utama dari Presiden AS Trump soal Korea Utara maupun Selatan. Juga, laporan dari Dewan AS menunda RUU Trumpcare lagi sampai minggu depan membebani sentimen di sekitar buck, mengangkat pasangan EUR/USD.

Namun, bulls kekurangan momentum, meski ada mood risk-off, karena nada dovish yang dipertahankan oleh ECB terus melukai Euro. ECB tidak mengubah pengaturan kebijakan moneter pada pertemuan kebijakannya kemarin, mencatat bahwa dewan gubernur tidak membahas strategi keluar dari QE dan mengulangi bahwa bank sentral dapat memperpanjang QE di luar 2018 jika diperlukan.

Ke depan, angka PDB kaurtal pertama AS dan putaran kedua pemilihan Perancis akan tetap menjadi dua pengendali terbesar spot, dengan data PDB AS diperkirakan 1,3% kuartalan versus 2,1% sebelumnya. Survei BBG: PDB kuartal pertama AS terlihat memantul kembali namun tidak mencapai target Trump.

Sementara itu, penjualan ritel Jerman, estimasi IHK flash dan data uang beredar Zona Euro akan dicermati untuk dorongan baru spot.

Level-level Teknis EUR/USD

Resisten teknis untuk pasangan ini di 1,0920/33 (R1 klasik/tertinggi 27 Apr), 1,0950/51 (level psikologis/puncak 5 bulan) dan terakhir 1,1000 (resisten utama). Di sisi lain, spot menemukan support berikutnya di 1,0857/50 (terendah harian & 27 Apr), penembusan di bawah level tersebut bisa membuka kemungkinan ke 1,0820/19 (DMA-10/terendah 24 Apr) dan 1,0802 (S2 klasik/Fib S3).

Sumber: FXstreet

Rifan Medan