Pergeseran Dovish Fed mengangkat saham Asia, kerugian menopang dolar

Rifan FinancindoRifan Financindo – Saham-saham di Asia naik pada hari Kamis setelah Federal Reserve AS mengambil sikap yang lebih akomodatif pada pertemuan kebijakannya, tetapi kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global dan negoisasi perdagangan AS-China diperkirakan akan membatasi kenaikan.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5 persen pada awal perdagangan. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,94 persen pada awal perdagangan. ASX 200 Australia sedikit lebih tinggi di perdagangan pagi dengan subindex bahan naik 0,5 persen karena saham penambang utama seperti Rio Tinto dan BHP Billiton naik.

Pasar di Jepang tutup pada hari Kamis untuk hari libur umum. (Tgh)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Uni Eropa Perketat Sikapnya Terkait Brexit

Rifan Financindo – Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin memutuskan apakah pekan ini akan memberi Inggris perpanjangan waktu setelah tengat waktu 29 Maret.

PM Inggris Theresa May diperkirakan akan mengirim surat ke para pemimpin Uni Eropa untuk meminta penundaan Brexit, istilah keluarnya Inggris dari Uni Eropa, untuk memberi pemerintahnya dan parlemen Inggris lebih banyak waktu untuk mencari kesepakatan mengenai bagaimana proses œperceraian itu dilangsungkan.

Sejauh ini majelis rendah Inggris telah menolak ketentuan-ketentuan yang dicapai para perunding Inggris dan Uni Eropa setelah dua tahun perundingan, dan juga telah mengisyaratkan keberatan bila Inggris harus keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

BBC melaporkan, Rabu (20/3), menurut para pejabat di kantor perdana menteri, permohonan yang diajukan May berupa penundaan untuk jangka waktu pendek, bukan untuk jangka waktu panjang.

Juncker mengatakan kepada radio Jerman Deutschlandfunk, May perlu menunjukkan rencana yang lebih transparan mengenai Brexit untuk memperoleh izin penundaan keluar, yang harus harus disetujui semua anggota Uni Eropa lain.

May sedang mengusahkan diadakannya pemungutan suara baru di parlemen mengenai proposal ketentuan-ketentuan Brexit, namun Ketua Majelis Rendah John Bercow memutuskan pekan ini, PM tersebut tidak bisa meminta parlemen melakukan pemungutan suara kembali atas proposal yang sudah mereka tolak.

Sumber : VOA

Rifan Medan