Pound Turun 1,1% setelah Jajak Pendapat Lebih Menyukai Brexit

3baef1068858dbe8ad87142e85026d9b-rifan financindo berjangka-Pound turun sebanyak 1,1 % setelah jajak pendapat pada akhir pekan lalu menunjukkan warga Inggris lebih menyukai keluar Uni Eropa, menakuti beberapa investor yang telah berspekulasi bahwa U.K. akan memilih untuk menetap di Uni Eropa.

Sterling melemah terhadap 16 mata uang utama setelah dua survei menunjukkan pemilih bersedia untuk memilih meninggalkan Uni Eropa daripada mereka siap untuk tinggal. Dolar AS rebound dan mata uang Australia dan Selandia Baru melemah.

Bank of England (BOE) mengatakan ketidakpastian seputar referendum sebagai tekanan pada pertumbuhan ekonomi di Inggris, sementara lembaga-lembaga internasional termasuk Dana Moneter Internasional dan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan memperingatkan kejatuhan yang mengerikan jika pemungutan suara di Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans mengatakan referendum tersebut mengurangi kepercayaan dalam prospek pada saat perekonomian internasional sudah kehilangan momentum.

Pound berada 0,8 % lebih rendah di level $ 1,4399 per dolar pada pukul 09:59 pagi waktu Tokyo setelah merosot ke level $ 1,4353, yang merupakan level terendahnya sejak 16 Mei. Satu bulan volatilitas tersirat dalam pasangan mata uang pound dan dolar melonjak ke 21,4 % pada hari Senin, yang terbesar sejak Februari 2009. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan