Reli Minyak Bertahan Setelah Kesepakatan OPEC Bergeser ke Pelaksanaan

RIFAN FINANCINDO –¬†RIFAN FINANCINDOMinyak mempertahankan kenaikan terbesar dalam sembilan bulan setelah OPEC menyetujui pemangkasan pasokan pertama dalam delapan tahun, dengan fokus sekarang beralih ke sebagaimana ketat penerapan penawarannya untuk mengurangi catatan kelebihan pasokan.

Minyak berjangka turun 0,5 persen di New York setelah menguat 9,3 persen pada Rabu kemarin, gain terbesar sejak Februari di tengah rekor volumenya. OPEC sepakat untuk mengurangi produksi kolektif 32,5 juta barel per hari, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan di Wina, Rabu. Kesepakatan itu mulai berlaku pada awal 2017 dan akan berlangsung enam bulan. Perjanjian tersebut juga menyerukan tambahan 600.000 barel per hari dari pemangkasan pemasok non-OPEC.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari berada di $ 49,20, turun 24 sen, di New York Mercantile Exchange pada 09:36 pagi di Seoul. Kontrak melonjak $ 4,21 menjadi ditutup pada $ 49,44 per barel Rabu kemarin, dimana keseluruhan volume perdagangan di Nymex naik ke rekor sebesar 2,1 juta kontrak, menurut data CME yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Harga naik 5,5 persen pada November.

Brent untuk pengiriman Januari, yang berakhir Rabu, melonjak $ 4,09, atau 8,8 persen, ke $ 50,47 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ditutup pada premi sebesar $ 1,03 untuk WTI di bulan yang sama. Brent naik $ 4,52 ke $ 51,84.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Indeks Pabrik China Menguat Terkait Peminjaman Yang Mendorong Industri

Indeks pabrik resmi China naik ke level tertingginya sejak Juli 2014 terkait pemulihan kredit bahan bakar industri cerobong asap membantu menstabilkan perekonomian.

Indeks manufacturing purchasing managers naik menjadi 51,7 pada bulan November, Biro Statistik Nasional mengatakan hari Kamis, dibandingkan dengan estimasi rata-rata sebesar 51 dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom dan 51,2 di bulan sebelumnya. Sementara non-manufaktur PMI berada di 54,7 dibandingkan dengan 54 pada bulan Oktober. Jumlah yang lebih dari 50 menunjukkan kondisi membaik.

Bank sentral mulai bergerak menuju pengetatan selektif dalam beberapa pekan terakhir dimana mreka merubah sudut pandang dari stimulus moneter di tengah bukti baru stabilisasi ekonomi yang besar. Hal tersebut memungkinkan para pembuat kebijakan untuk mengalihkan fokus pada pengurangan risiko keuangan seperti pasar properti kota besar yang sedang memanas, di mana pembatasan untuk mengurangi kenaikan harga secara bertahap mulai berdampak.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan