1

Analis Bank Rusia: Emas Terlihat Melonjak ke $ 1.400 pada Ketegangan Global

Rifan Financindo – Rifan FinancindoHarga emas bersiap untuk menyentuh level tertinggi empat tahun di posisi $ 1.400 per ounce pada akhir tahun seiring meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan AS, dan melonjaknya permintaan  dari konsumen terbesar di dunia, menurut pimpinan analis logam mulia di Bank investasi negara Rusia

Bullion bisa naik menjadi $ 1,360 dalam tiga bulan mendatang sebelum naik lebih ke level yang tinggi lagi, didorong oleh risiko politik global dan pembelian dari China dan India, kata Evgeny Ananiev dari VTB Capital JSC, unit investasi perbankan dari pemberi pinjaman terbesar kedua di Rusia VTB Group. “Kami mungkin melihat beberapa koreksi, tapi saya rasa emas tidak akan turun ke bawah $ 1.200 karena emas mendapat dukungan yang baik,” katanya dalam sebuah wawancara akhir pekan di Goa. Logam kuning ini diperdagangkan di level $ 1,289.40 pada hari Senin.

Harga telah naik 12 persen tahun ini, didorong oleh kekhawatiran akan potensi konflik nuklir antara AS dan Korea Utara, dan lemahnya inflasi AS, yang mana mengurangi peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Presiden Donald Trump telah mengintensifkan peringatan ke Korea Utara, menjanjikan tanggapan yang besar terhadap serangan ke AS atau sekutu-sekutunya. Miliarder hedge fund Ray Dalio merekomendasikan investor menempatkan 5 sampai 10 persen aset mereka di emas.

Sentimen optimis itu dibagikan oleh peserta lain di konferensi tersebut. “Pada dasarnya, kami sangat bullish di pasar,” kata Chirag Sheth, seorang analis di Metals Focus Ltd., sebuah firma riset logam mulia independen yang berbasis di London. “Apa yang dilakukan Korea Utara akan memberi emas dorongan untuk melaju ke atas level $ 1.300 dan bertahan di atas level tersebut,” katanya dalam sebuah wawancara.

Sheth memperkirakan harga akan naik ke $ 1.400 dalam enam sampai sembilan bulan seiring situasi di Korea Utara membuat investor kembali ke pasar untuk mencari tempat berlindung. Federal Reserve AS, yang hawkish terhadap suku bunga, kini telah melunakkan pendiriannya sehingga memberikan dukungan lebih lanjut terhadap bullion, katanya.

‘Perang Besar™

Seiring Trump dan Kim Jong Un saling berkonfrontasi lewat pernyataan mereka, Dalio menulis di sebuah posting LinkedIn minggu lalu bahwa “dunia sedang mengamati untuk melihat siapa yang sekedar menggertak, atau memang  jika akan ada perang yang besar.” Dalio, yang mengelola Bridgewater Associates, juga mengatakan bahwa dia melihat peningkatan taruhan untuk kegagalan kongres dalam menaikkan plafon utang AS, yang mana akan menyebabkan kegagalan teknis.

Indeks harga konsumen AS naik 1,7 persen pada Juli dari tahun sebelumnya, sebuah laporan menunjukkan pada hari Jumat, mengikuti estimasi median 1,8 persen dari ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Tekanan harga yang melesu bisa membuat bank sentral AS lebih sulit untuk menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Permintaan India juga pulih setelah kinerja buruk pada 2016 dan konsumsi perhiasan bisa naik sekitar 6 persen tahun ini, kata Sheth, yang menyediakan data permintaan dan penawaran ke World Gold Council. Impor bisa melonjak sekitar 30 persen menjadi setinggi 800 metrik ton pada 2017, katanya.

Permintaan emas batangan di China, pasar bullion terbesar di dunia, melonjak lebih dari setengah dalam enam bulan pertama tahun ini, sementara konsumsi emas secara keseluruhan naik hampir 10 persen menjadi 545,2 ton, menurut Asosiasi Emas China. (sdm)

 

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan