1

AUD/USD Bergerak Lebih Tinggi Setelah Data Tenaga Kerja Aussie Menguat

Rifan Financindo – Rifan FinancindoAngka-angka utama jauh lebih kuat dari yang diharapkan sebagai berikut:

Ketenagakerjaan +32,8 ribu vs yang diharapkan +20 ribu dan sebelumnya +5,6 ribu. Tingkat pengangguran: 5% vs 5,1% yang diharapkan dan menyamai sebelumnya 5,0%. Perubahan pekerjaan penuh waktu di +42,3 ribu sangat mengesankan vs sebelumnya +20,3 ribu meskipun perubahan pekerjaan paruh waktu mencapai -9,5 ribu vs sebelumnya -14,7 ribu. Tingkat partisipasi sedikit lebih tinggi di 65,6% vs yang diharapkan 65,5% dan sebelumnya 65,4%, (mengimbangi kekecewaan kenaikan paruh waktu).

AUD/USD sudah terlihat kuat jelang data menyusul hari yang mengesankan di New York meskipun sejumlah hambatan mengelilingi kompleks komoditas. AUD/USD naik dari level terendahnya yang terkait dengan keresahan Brexit untuk berada di level 0,7170 melalui 0,72 ke 0,7220 pada penutupan di Amerika Utara; Kenaikan tersebut muncul meskipun terjadi akumulasi penurunan 25% di WTI dan saham AS yang mengalami penurunan untuk sesi keempat dengan VIX melonjak ke 23. (knc)

Sumber : FX Street

BACA JUGA : Harga Minyak AS Berakhir Lebih Tinggi untuk Mengakhiri Rekor Penurunan Beruntunnya

Rifan Financindo – Minyak berjangka AS berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, mengakhiri rekor penurunan yang telah berlangsung selama 12 sesi berturut-turut. Kekhawatiran tentang potensi pasokan minyak mentah global menekan harga dalam beberapa hari terakhir, dan pedagang melihat ke depan untuk laporan Kamis dari Administrasi Informasi Energi (EIA) yang diperkirakan akan mengungkapkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut dalam persediaan minyak mentah AS.

Analis yang disurvei S & P Global Platt mengharapkan pemerintah melaporkan kenaikan sebesar 2,3 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 9 November. American Petroleum Institute akan merilis data pasokan sendiri Rabu malam, sehari lebih lambat dari biasanya karena liburan Hari Veteran, Senin. Minyak West Texas Intermediate Desember menguat 56 sen, atau 1%, untuk berakhir di $ 56,25 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI berakhir di $ 55,69 pada hari Selasa, penyelesaian terendah untuk kontrak bulan depan sejak 16 November 2017, menurut data FactSet.(mrv)

Sumber: Marketwatch

Rifan Medan