1

AUD/USD Dalam Tawaran Jual Untuk Sesi Kedua Beruntun, 0,80 Dalam Risiko

Rifan Financindo – Rifan FinancindoAUD/USD tetap berada di bawah tekanan jual untuk sesi kedua berturut-turut dan kini telah bergerak di ambang batas di bawah level psikologis kunci 0,80.

Spot memperpanjang pull-back dari tertinggi 28 bulan di hari Jumat dan tergelincir lebih jauh menyusul rilis survei Australian NAB Business yang lebih lemah. Menurut laporan tersebut, indeks kepercayaan bisnis turun menjadi 5 pada Agustus dari pembacaan 12 yang tercatat bulan lalu, sementara kondisi bisnis naik tipis 1 poin menjadi 15 untuk periode yang dilaporkan.

Sementara itu, tindak lanjut kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, di tengah membaiknya sentimen risiko investor terhadap kekhawatiran melemahnya Korea Utara dan Badai Irma, terus memberikan dukungan terhadap pemulihan kuat Dolar AS dan selanjutnya berkolaborasi menuju sentimen yang lebih lemah seputar mata uang berimbal hasil lebih tinggi – seperti Aussie.

Kemudian pada sesi AS, rilis data lowongan kerja JOLTS AS sekarang akan dilihat untuk beberapa dorongan perdagangan. Sementara itu, sentimen risiko pasar yang lebih luas dan dinamika imbal hasil obligasi AS akan terus bertindak sebagai penentu utama pergerakan pasangan pada hari Selasa.

Level teknis

Pada jeda yang berkelanjutan di bawah 0,80, pasangan ini cenderung melayang ke arah 0,7960 support horizontal di jalur 0,7940. Sementara itu, pada sisi atas, momentum di atas 0,8035 (tinggi sesi) bisa memperpanjang menuju 0,8050-60, di atas mana pasangan ini kemungkinan akan kembali ke arah reklamasi 0,8100.

 

Sumber: FXstreet

BACA JUGA : BAML Pertahankan Target $ 1.400-nya meski Emas Melemah pada Profit Taking

Rifan Financindo – Satu bank mempertahankan prospek emasnya di level $ 1.400 per ounce pada Senin, bahkan di saat harga melemah imbas profit taking, berpendapat bahwa logam mulia tersebut belum berada dalam wilayah overbought.

“Semua komoditas tambang telah rally hingga kuartal ketiga dan tidak terkecuali emas,” kata Bank of America Merrill Lynch (BAML) dalam sebuah laporan penelitian. “Kami yakin logam kuning ini berada di jalur untuk mencapai target $ 1.400 / oz kami dalam beberapa bulan mendatang.”

Harga emas menyentuh level tertinggi 12 bulan pada hari Jumat, namun sejak itu turun, dengan emas bulan Desember Comex terakhir terlihat di level $ 1,338.90, turun 0,91% pada hari ini.

BAML berkomentar bahwa potensi pelemahan lebih lanjut pada dolar AS mungkin akan menguatkan tren kenaikan baru-baru ini untuk emas.

“Posisi berjangka non-komersial telah terdorong lebih tinggi dan z-score menunjukkan bahwa emas tidak overbought. Mengingat model harga kami, yang memperkirakan nilai wajar quotations emas pada tingkat bunga AS, USD [dolar AS], volatilitas dan harga minyak, kami mencatat bahwa dukungan untuk logam kuning telah meningkat, “kata laporan tersebut.

Secara khusus, pergerakan dolar AS cenderung mendukung emas, menurut BAML. Logam cenderung bergerak terbalik dengan mata uang AS.

“Suku bunga riil AS telah turun akhir-akhir ini, yang mana dengan sendirinya menjadi bullish untuk emas. Selain itu, hal ini disertai dengan pergerakan datar kurva imbal hasil AS., bersamaan dengan kurva Jerman yang melandai, “laporan tersebut menjelaskan. ” Tingkat konvergensi yang dihasilkan membantu mendorong USD lebih rendah dan ada berbagai faktor yang menunjukkan bahwa mata uang AS mungkin tetap akan memberikan dukungan untuk emas.”

BAML mengulangi pandangannya bahwa emas merupakan diversifikasi yang efektif, menambahkan bahwa logam kuning dapat “menyimpan portofolio unhedged (tidak terproteksi -pen)” di saat dolar AS bergerak dengan tren turun. “Memang, investor bisa memaksimalkan rasio info portofolio dalam denominasi USD jika mereka mengalokasikan di bawah 5% dari aset mereka ke emas sejak 2015.”

Permintaan fisik untuk emas tetap agak mengecewakan, kata laporan tersebut, mengutip permintaan lemah perhiasan di China dan India. “Ini menunjukkan bahwa, seperti biasa, investor telah menjadi pembeli marjinal, dengan aset yang dikelola yang didukung secara fisik di ETF meningkat akhir-akhir ini,” tambah BAML. (sdm)

Sumber: KitcoNews

 

Rifan Medan