AUD/USD Mendapat Sedikit Dorongan Dari Pembacaan Penjualan Ritel Aussie Yang Optimis

Rifan Financindo – Rifan FinancindoRilis penjualan ritel Australia yang lebih baik dari perkiraan tampaknya telah gagal untuk menempatkan tawaran yang kuat di bawah dolar Aussie.

Pasangan mata uang melonjak 15 pips ke tertinggi 0,7375 beberapa menit yang lalu sebagai pembacaan penjualan ritel musiman disesuaikan untuk Australia berada di 0,4 persen, mengalahkan perkiraan turun menjadi 0,3 persen dari bulan sebelumnya cetak 0,4 persen.

Namun, kenaikan itu dengan cepat terhapus karena pembacaan penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan, meskipun berita baik, tidak cukup untuk mengatasi dampak negatif dari meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China dan hasil penjualan yuan China.

Selanjutnya, ketegangan perdagangan kemungkinan akan membuat AUD di bawah tekanan. Selanjutnya, EUR/USD telah mengamati penurunan sisi negatif dari pola jangka panjang 1,5 bulan dan risiko sell-off yang lebih dalam. Itu hanya akan mendorong rally dolar berbasis luas.

Pada saat penulisan, AUD/USD diperdagangkan sebagian besar tidak berubah pada hari di 0,7360, setelah turun 0,6 persen pada hari Kamis. (knc)

Sumber : FX Street

BACA JUGA : Pompeo di Malaysia, Bahas Isu Perdagangan Bebas dan Korea Utara

Rifan Financindo – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berada di Malaysia, perhentian pertama dalam lawatannya ke Asia yang diperkirakan akan terfokus pada usaha mempromosikan perdagangan bebas dan menekan Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklirnya.

œKita prihatin bahwa Korea Utara tidak memenuhi kewajibannya,” kata seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS yang mendampingi Pompeo.

Sejak Presiden Donald Trump bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Juni lalu, sejumlah pejabat AS optimistis bahwa Pyongyang akan menghentikan program senjata nuklirnya, namun tidak ada bukti bahwa Korea Utara telah memulai proses itu.

Keprihatinan mengenai aktivitas nuklir dan misil di Korea Utara mencuat setelah suratkabar The Washington Post melaporkan, Selasa, bahwa para pejabat dinas intelijen meyakini bahwa Pyongyang terus membangun misil-misil baru di fasiliras riset yang sama yang dulu digunakannya untuk membangun misil antar benua yang dapat menjangkau wilayah Pantai Timur AS.

Korea Utara diperkirakan akan menjadi topik utama ketika Pompeo bertemu para sejawatnya dari ASEAN di Singapura, pekan ini. Pada KTT itu, menurut seorang pejabat departemen luar negeri AS, Pompeo akan menekan negara-negara untuk mendorong Pyongyang agar memenuhi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap negara itu.

Pompeo diperkirakan juga akan membahas konflik-konflik di Laut China Selatan, krisis Rohingya di Myanmar, dan keamanan dunia maya.

Sumber : VOA

Rifan Medan