CPI: Inflasi melunak pada Maret dipimpin oleh harga bahan bakar

Rifan Financindo – Rifan FinancindoCPI turun 0,4% bulan lalu, penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Penurunan ini sejalan dengan perkiraan para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch. Inflasi inti, minus harga makanan dan energi turun 0,1% di bulan Maret, penurunan pertama dalam sepuluh tahun. Tingkat inflasi selama 12 bulan terakhir turun menjadi 1,5% dari 2,3%.

Harga bahan bakar turun 10,5% pada bulan Maret setelah penyesuaian musiman. Harga makanan naik 0,3%. Tingkat inti inflasi didorong lebih rendah oleh penurunan tarif penerbangan, penginapan dan pakaian jadi.

Aksi shut-down karena COVID-19 menciptakan kemunduran besar dalam perekonomian, dan tekanan harga diperkirakan akan terus turun dalam beberapa bulan mendatang.  Pasar keuangan ditutup pada hari Jumat ini untuk periode libur jelang Paskah.(yds)

Sumber: Marketwatch

BACA JUGA : Trump ‘Serang’ WHO di Tengah Pandemi Corona

Rifan Financindo – Kamis (9/4) menandai 100 hari sejak China memberi tahu Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) bahwa negara itu sedang menghadapi kasus-kasus yang belakangan diidentifikasi sebagai COVID-19, penyakit yang ditimbulkan virus mematikan yang menyebar ke hampir setiap sudut dunia.

Presiden Amerika Donald Trump menuduh WHO terlalu bias terhadap China dan mengatakan, badan kesehatan PBB itu seharusnya memperingatkan tentang krisis yang akan datang itu beberapa bulan lebih awal.

“Mereka salah perkiraan,” cetus Trump tentang WHO, Selasa (7/4).

Pada Rabu (8/4), Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, berdiri di samping Trump, mengatakan organisasi itu “belum mencapai apa yang seharusnya dicapai,” dan bahwa Amerika “sedang mengkaji ulang pendanaan kami,” menguatkan ancaman yang disampaikan Trump sebelumnya pada pekan itu.

Salah satu keluhan pemerintah Trump adalah dilarangnya Taiwan bergabung dengan WHO.

Ketegangan antara pimpinan WHO dan Taiwan tampak dalam jumpa pers Rabu (8/4), ketika Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ia mendapat penghinaan berbau rasis dari negara pulau itu.

Sumber: VOA news

Rifan Medan