Dolar AS tergelincir pada optimisme perdagangan, pembicaraan AS-Cina ditunggu

Rifan Financindo – Dolar melemah pada hari Senin seiring permintaan investor untuk mata uangRifan financindo safe haven itu surut pada optimisme atas meredanya ketegangan perdagangan AS-Cina, dengan fokus pada pembicaraan antara kedua negara itu yang dijadwalkan dilangsungkan pekan ini.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama sedikit berubah pada 96,126 setelah kehilangan 0,55 persen pada hari Jumat.

Meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, di samping merosotnya lira Turki, telah menyebabkan penurunan besar pada mata uang negara-negara berkembang.

Tekanan itu mendorong indeks dolar ke level 96,984 pada hari Rabu lalu,posisi tertinggi sejak Juni 2017.

Namun, penguatan dolar terhenti menjelang pembicaraan perdagangan tingkat lebih rendah antara pejabat China dan AS di Washington yang dijadwalkan dilangsungkan pada hari Selasa dan Rabu.

Meredanya kekhawatiran atas anjloknya lira Turki pada hari Jumat mengurangi penghindaran risiko di pasar yang lebih luas sehingga mengangkat euro.

Euro, yang telah tergelincir ke posisi terendah 13-bulan awal pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa krisis Turki dapat melukai bank-bank Eropa, berhasil bangkit pada hari Jumat, membuat lira melemah terkendali.

Mata uang tunggal itu naik 0,55 persen pada hari Jumat dan terakhir diperdagangkan sedikit berubah di level $ 1,1436.

Dolar tidak berubah di level 110,51 yen setelah turun 0,35 persen pada hari Jumat. (sdm)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Minyak Pertahankan Gain pada Tanda-Tanda Perlambatan dalam Produksi AS

Rifan Financindo – Minyak mempertahankan gainnya untuk berada di dekat level $ 66 per barel pada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan dalam produksi minyak mentah AS.

Berjangka di New York stabil setelah kenaikan 0,7 persen pada hari Jumat. Anjungan minyak yang beroperasi di AS tidak berubah di angka 869, menurut data dari Baker Hughes pada hari Jumat. Meskipun ini merupakan level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, jumlah rig hanya tumbuh 10 sejak akhir Mei lalu.

Minyak telah jatuh sekitar 11 persen dari posisi tertinggi akhir Juni seiring perang perdagangan antara AS-Cina dan gejolak di Turki mengancam pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi. Stok yang meningkat juga telah membebani harga dengan output AS berada di dekat rekor tertinggi dan seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya mendorong produksi pada bulan Juli.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September diperdagangkan di level $ 65,80 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 11 sen, pada  pukul 8:52 pagi di Tokyo. Kontrak naik 45 sen ke level $ 65,91 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 58 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Brent untuk Oktober diperdagangkan di level $ 71,67 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, turun 16 sen. Kontrak naik 40 sen ke level $ 71,83 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global itu diperdagangkan pada premium $ 6,60 untuk WTI bulan yang sama. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan