Dolar Berjuang untuk Traksi Pasca Lemahnya Inflasi AS

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Dolar mendekati posisi terendah dua pekan pada hari Kamis (11/2), karena inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan serta janji Federal Reserve lainnya untuk mempertahankan suku bunga rendah memperkuat ekspektasi pengembalian yang sedikit dari mata uang cadangan.

Dolar Australia tepat di bawah level tertinggi dua pekan yang disentuh semalam, sementara euro bertahan di level $1,2116, mendekati level tertinggi sejak 1 Februari.

Pergerakan pagi sedikit dan perdagangan Asia menipis karena liburan Tahun Baru Imlek di Jepang dan Cina. Terhadap sekumpulan mata uang, dolar berada di level 90,428 setelah menyentuh terendah dua pekan di 90,249 pasca angka inflasi AS.

Dolar telah mengurangi sebagian kerugiannya terhadap mata uang utama lainnya pasca aksi jual di saham teknologi AS mengurangi suasana optimis pasar keuangan. Mata uang safe-haven yen Jepang menyentuh puncak dua pekan 104,41 per dolar semalam dan terakhir diperdagangkan sedikit lebih lunak pada 104,62 per dolar.

Dolar Selandia Baru secara luas stabil di level $ 0,7205 pada hari Kamis (11/2).(yds)

Sumber: Reuters

Baca Juga : Beberapa Saham Utama di Asia Libur; Saham Australia Sedikit Berubah

Rifan Financindo –¬†

Saham di Australia teredam pada perdagangan Kamis pagi yang dipengaruhi beberapa pasar utama di Asia yang ditutup karena libur.

Dalam perdagangan pagi, S&P / ASX 200 melayang di atas garis datar.

Pasar saham di China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan ditutup untuk hari libur.

Dalam perkembangan ekonomi, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa kebijakan harus tetap “dengan sabar akomodatif.” Ketua The Fed mengatakan Amerika Serikat “masih jauh” dari kebutuhan dalam hal lapangan kerja meskipun ekonomi diklaim telah kembali lebih dari 12 juta lapangan kerja sejak hari-hari awal pandemi Covid.(yds)

Sumber: CNBC

Rifan Medan