Dolar Melonjak Dekati Tertinggi 6 Pekan Seiring Kekhawatiran Virus

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Dolar kembali bangkit untuk menahan kenaikan semalam pada Selasa ini setelah ketakutan virus serta kekhawatiran mengenai stimulus AS mendorong gelombang penjualan di hampir semua hal lainnya.

Dolar naik 0,6% terhadap euro, 0,9% melawan Aussie dan bahkan memperoleh keuntungan terhadap mata uang safe-haven yen Jepang dan Swiss franc.

Terhadap sekumpulan enam mata uang utama, greenback menyentuh level tertinggi enam pekan dan bertahan tepat di bawahnya pada awal perdagangan Asia di level 93,547. Emas turun terhadap dolar yang naik.

Dolar Australia terakhir berada di $0,7230, tepat di atas level terendah dua pekan yang disentuh pada hari Senin. Dolar Selandia Baru, yang turun 1,3%, mempertahankan penurunan di level $0,6668.

Krone Norwegia, yang terpuruk 2% lebih rendah karena harga minyak juga turun, berada di dekat level terendah dua bulan semalam.

Euro bertahan tepat di atas level 6 pekan pada level $1,1766, sementara sterling melesu di level $1,2818 di tengah pembicaraan mengenai pembatasan baru di Inggris karena meningkatnya kasus virus corona.

Mata uang Jepang telah menjadi salah satu mata uang utama dengan kinerja terbaik bulan ini karena kegelisahan di pasar saham telah mendorong permintaan safe-haven. Tapi tergelincir dari level tertinggi enam bulan 104 per dolar menjadi 104,68 karena investor mencari dalam dolar.(yds)

Sumber: Reuters

Baca Juga : Saham Asia-Pasifik Merosot Pasca Penurunan Wall Street Semalam; Pasar Jepang Libur

Rifan Financindo –  Saham di Asia-Pasifik tergelincir pada perdagangan Selasa pagi, menyusul kerugian semalam di Wall Street.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,26% pada awal perdagangan, sedangkan S&P / ASX 200 di Australia turun 0,43%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali-Jepang diperdagangkan 0,11% lebih rendah.

Pasar di Jepang tutup pada hari Selasa untuk hari libur.

Sementara itu, perusahaan ogistik ZTO Express akan menetapkan harga listing di Hong Kong pada hari Selasa, tampaknya menjadi perusahaan China terbaru yang terdaftar di AS yang ingin memulai debutnya.(yds)

Sumber: CNBC

Rifan Medan