0

Dolar Pangkas Penurunan 2-Hari, Volatilitas Naik Saat Penghindaran Risiko Tumbuh

Rifan Financindo

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Dolar menguat pada hari Senin (4/10) setelah dua sesi berturut-turut mengalami kerugian karena hedge fund meningkatkan kepemilikan mereka ditengah meluasnya kekhawatiran tentang sektor properti China dan imbal hasil Treasury AS yang kuat mendorong daya tarik greenback.

Setelah menghabiskan kuartal kedua tahun 2021 dengan susah payah, dolar telah menerima dorongan baru dalam beberapa pekan terakhir, naik ke level tertinggi dalam setahun terhadap para pesaingnya pada pekan lalu karena bank-bank investasi terkemuka telah merevisi perkiraan mereka.

Penguatan dolar lebih terasa terhadap beberapa rival utamanya dengan greenback mencapai level tertinggi 14-bulan pada euro dan tertinggi 19-bulan versus yen pekan lalu karena pasar memperhitungkan suku bunga AS bisa naik ditengah rekan-rekan global.

Pada awal perdagangan London pada hari Senin, euro merosot kembali di bawah $1,16 dan pada $1,1598 tidak jauh dari terendah minggu lalu di $1,1563. Dibandingkan dengan sekeranjang saingannya, dolar naik 0,1% lebih tinggi pada 94,04, mematahkan penurunan beruntun dua hari. Offshore Yuan melemah sekitar 0,3%.

Data posisi mingguan terbaru menunjukkan dana lindung nilai telah meningkatkan kepemilikan dolar mereka terhadap para pesaingnya ke level tertinggi sejak November 2019.

Penguatan dolar juga telah memberikan kehidupan di pasar volatilitas mata uang yang hampir mati dengan pengukur yang mengukur ayunan harian naik ke level tertinggi dalam 2,5 bulan di 6,2%. (Arl)

Sumber : Reuters

Baca Juga : Pasar Eropa Bervariasi; Penghentian Perdagangan Evergrande China Diwaspadai

Rifan Financindo – Saham Eropa melemah pada hari Senin (4/10) saat pasar memulai minggu perdagangan penuh pertama bulan Oktober.

Stoxx 600 pan-Eropa tergelincir 0,1% di awal perdagangan, dengan sektor perbankan turun 1% sementara sumber daya dasar naik 0,4%.

Pasar Eropa memulai minggu perdagangan penuh pertama bulan ini setelah September yang sulit, dengan kekhawatiran seputar inflasi, pengurangan pembelian aset Federal Reserve dan kenaikan suku bunga mendominasi sentimen. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai 1,56% minggu lalu, titik tertinggi sejak Juni.(mrv)

Sumber : CNBC

Rifan Medan

Tinggalkan Balasan