Dolar Pertahankan Penguatan Saat Virus Menekan Kepercayaan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoDolar pertahankan kenaikan pada hari Rabu karena kebangkitan virus corona di Amerika Serikat dan diberlakukannya kembali penguncian di beberapa negara mendorong permintaan safe-haven untuk mata uang AS.

Sentimen risiko juga dirusak setelah pejabat Federal Reserve menyatakan kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus virus corona dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi disaat langkah-langkah stimulus mulai berakhir.

Dolar diperdagangkan pada 107,58 yen di Asia menyusul kenaikan 0,3% pada hari Selasa.

Terhadap euro, dolar berada di $ 1,1274, juga mempertahankan kenaikan 0,3% dari sesi sebelumnya.

Greenback membeli 0,9426 franc Swiss, sedikit berubah pada hari ini.

Sterling berpindah tangan pada $ 1,2540 dan berada pada 89,88 pence per euro.

Pound mendekati level tertingginya tiga minggu terhadap greenback dan mata uang bersama setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan Uni Eropa.(mrv)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Saham AS Berakhir Lebih Rendah Karena Kasus Virus Corona Meningkat

Rifan Financindo – Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik.

Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu infeksi virus corona. New York memperluas karantina perjalanannya bagi pengunjung dari tiga negara bagian, sementara wilayah Miami yang lebih luas di Florida menghentikan pembukaan kembali.

Saham Dow Jones Industrial Average turun 396,5 poin, atau 1,51%, ke level 25.890,53, Indeks S&P 500 kehilangan 34,35 poin, atau 1,08%, menjadi 3.145,37 dan Indeks Nasdaq Composite turun 89,76 poin, atau 0,86% ke level 10.343,89. (Tgh)

Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik.

Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu infeksi virus corona. New York memperluas karantina perjalanannya bagi pengunjung dari tiga negara bagian, sementara wilayah Miami yang lebih luas di Florida menghentikan pembukaan kembali.

Saham Dow Jones Industrial Average turun 396,5 poin, atau 1,51%, ke level 25.890,53, Indeks S&P 500 kehilangan 34,35 poin, atau 1,08%, menjadi 3.145,37 dan Indeks Nasdaq Composite turun 89,76 poin, atau 0,86% ke level 10.343,89. (Tgh)

Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik.

Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu infeksi virus corona. New York memperluas karantina perjalanannya bagi pengunjung dari tiga negara bagian, sementara wilayah Miami yang lebih luas di Florida menghentikan pembukaan kembali.

Saham Dow Jones Industrial Average turun 396,5 poin, atau 1,51%, ke level 25.890,53, Indeks S&P 500 kehilangan 34,35 poin, atau 1,08%, menjadi 3.145,37 dan Indeks Nasdaq Composite turun 89,76 poin, atau 0,86% ke level 10.343,89. (Tgh)

Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik.

Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu infeksi virus corona. New York memperluas karantina perjalanannya bagi pengunjung dari tiga negara bagian, sementara wilayah Miami yang lebih luas di Florida menghentikan pembukaan kembali.

Saham Dow Jones Industrial Average turun 396,5 poin, atau 1,51%, ke level 25.890,53, Indeks S&P 500 kehilangan 34,35 poin, atau 1,08%, menjadi 3.145,37 dan Indeks Nasdaq Composite turun 89,76 poin, atau 0,86% ke level 10.343,89. (Tgh)

Sumber: Reuters

Rifan Medan