Dolar turun terkait shutdown pemerintah AS lemahkan data sentimen

Rifan Financindo – Rifan FinancindoDolar turun terhadap mayoritas dari Grup-of-10 setelah anggota parlemen AS gagal untuk mencegah penutupan pemerintah sementara penurunan indeks sentimen konsumen yang tak terduga pada Jumat mengindikasikan data ekonomi yang melemah pada bulan Januari.

Penurunan greenback meluas oleh kenaikan euro setelah Demokrat Sosial Jerman menyetujui pembicaraan koalisi formal dengan Kanselir Angela Merkel. Treasuries mengalami penurunan, membuat obligasi 10 tahun menjadi 2,67%, level tertinggi sejak Juli 2014. Yen menguat saat Bank of Japan memulai sebuah pertemuan kebijakan dua harinya.

Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1% menjadi 1.134,85.

Jika penutupan pemerintah berlangsung selama sepekan, ini akan membebani pertumbuhan PDB AS sebesar 0,11 ppt di Q1, menurut perkiraan oleh SMBC Nikko Securities.

Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan turun menjadi 94,4 di bulan Januari, vs est 97,0.

USD / JPY turun 0,1% menjadi 110,66.

Dari semua 43 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bahwa BOJ akan menjaga kebijakan moneter tidak berubah.

EUR / USD menguat 0,2% menjadi 1,2247.

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Apple akan Bangun Kampus ke-2, Pekerjakan 20.000 Orang

Rifan Financindo – Apple berencana membangun kampus perusahaan kedua dan mempekerjakan 20.000 orang dalam lima tahun, sebagai bagian dari komitmen senilai 350 juta dolar, terhadap perekonomian Amerika Serikat.

Komitmen yang diumumkan Rabu adalah dampak dari perombakan sistem perpajakan yang diusung Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Kongres bulan lalu.

Selain menurunkan tarif standar pajak perusahaan secara dramatis, reformasi pajak itu juga menawarkan penghapusan pajak untuk uang tunai yang ditahan di luar negeri.

Apple berencana memanfaatkan klausul itu untuk membawa masuk kembali lebih dari 250 miliar dolar uang tunai di luar negeri, yang akan menghasilkan tagihan pajak sekitar 38 miliar dolar.

Perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini, mengatakan akan mengumumkan lokasi kampus kedua untuk pelayanan konsumen, tahun ini.

Sumber: VOA news

 

Rifan Medan