Emas Stabil Saat Data Pekerjaan AS Yang Lemah Mengimbangi Ancaman Stimulus Trump

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas stabil pada hari Kamis karena investor menyeimbangkan klaim pengangguran AS yang tinggi menghambat pemulihan ekonomi yang baru lahir dengan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melarang RUU stimulus yang telah lama ditunggu-tunggu.

Spot emas sedikit berubah pada $ 1,872.60 per ons pada pukul 0057 GMT, setelah naik sebanyak 1% di sesi sebelumnya. Emas berjangka AS turun 0,1% ke level $ 1,877.00.

Dalam sebuah video yang diposting ke media sosial pada Selasa malam, Trump menuntut anggota parlemen mengubah bagian bantuan virus korona dari tagihan pengeluaran untuk memasukkan pembayaran $ 2.000 untuk setiap warga Amerika, lebih dari tiga kali lipat $ 600 per orang yang disediakan.

Emas telah naik lebih dari 23% tahun ini, sebagian besar didorong oleh daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang setelah langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diluncurkan untuk mengurangi dampak pandemi. (knc)

Sumber : Reuters

Baca Juga : Pfizer-BioNTech akan Tambah Pasokan 100 Juta Dosis Vaksin untuk AS

Rifan Financindo –  Pfizer-BioNTech, Rabu (23/12) mengemukakan rencananya memasok Amerika Serikat dengan tambahan 100 juta dosis vaksin virus corona ketika negara itu sedang berusaha membendung lonjakan infeksi COVID-19.

Perusahaan farmasi itu berharap dapat menyelesaikan pengiriman vaksin pada akhir Juli dalam kesepakatan dengan pemerintah federal yang bernilai hampir $ 2 miliar.

œLebih banyak dosis dari Pfizer dan BioNTech dialokasikan untuk pengiriman pada kuartal kedua tahun 2021 sehingga semakin menambah pasokan dosis vaksin di seluruh portofolio Operation Warp Speed, kata Menteri Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Alex Azar dalam sebuah pernyataan.

“Pembelian pemerintah federal baru ini akan meyakinkan masyarakat bahwa cukup vaksin tersedia untuk memvaksinasi setiap warga Amerika yang menginginkannya sebelum Juni 2021.”

Pada 11 Desember lalu, Badan Pengawas Obat-obatan AS (FDA) menyetujui penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech yang mengijinkan perusahaan farmasi tersebut untuk memasok 100 juta dosis pada tahap awal.

Kesepakatan yang diumumkan hari Rabu itu menetapkan sejumlah perusahaan akan menyediakan sedikitnya 70 juta dosis tambahan pada 30 Juni mendatang, dengan sisa 30 juta dosis lagi akan dikirimkan pada 31 Juli 2021. Pemerintah AS juga dapat menyediakan vaksin hingga 400 juta dosis tambahan.

Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan yang pertama dari dua vaksin yang disetujui untuk penggunaan darurat oleh FDA, yang lainnya dikembangkan oleh saingannya Moderna, Inc. Pengiriman pertama vaksin Pfizer-BioNTech ke seluruh AS dimulai pada 13 Desember 2020.

AS memimpin dalam angka kematian akibat COVID-19, dengan hampir 323.000 jiwa dan lebih dari 18,2 juta infeksi, menurut Universitas Johns Hopkins.

Sumber : VOA

Rifan Medan