Emas Dijalur Kuartal Terburuk Sejak Akhir 2016 saat Dolar, Imbal Hasil Melonjak

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas turun pada hari Rabu (31/3) ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu karena kenaikan imbal hasil Treasury AS dan kenaikan dolar membuat logam tetap berada di jalur penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari empat tahun.

Emas Spot turun 0,3% menjadi $ 1.679.41 per ounce pada 04:38 GMT, setelah mencapai level terendah sejak 8 Maret di $ 1.677,61. Emas telah menurun lebih dari 3% sejauh ini bulan ini dan 11,4% selama kuartal tersebut.

Emas berjangka AS turun 0,4% menjadi $ 1.679,10 per ounce pada hari Rabu.

Indeks dolar naik ke level tertinggi dalam hampir lima bulan terhadap rival dan berada di jalur untuk bulan terbaiknya sejak November 2016.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mendekati level tertinggi 14-bulan di sesi sebelumnya dan berada di jalur untuk kenaikan bulanan keempat berturut-turut. (Arl)

Sumber : Reuters

Baca Juga : Iran Tolak Hentikan Pengayaan Uranium 20% Sebelum AS Cabut Sanksi

Rifan Financindo – Iran menolak menghentikan pengayaan uranium hingga 20 persen sebelum Amerika Serikat mencabut semua sanksi, demikian menurut stasiun televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya pada hari Selasa (30/3), ketika Amerika mempertimbangkan berbagai cara untuk memulai pembicaraan nuklir.

Pemerintahan Biden telah berusaha untuk melibatkan Iran dalam pembicaraan tentang bagaimana kedua pihak dapat melanjutkan kepatuhan pada kesepakatan nuklir tahun 2015 lalu. Perjanjian tersebut menghapus sanksi ekonomi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan program nuklir Iran.

“Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Press TV bahwa Teheran akan menghentikan pengayaan uranium 20 persen hanya jika AS mencabut SEMUA sanksi terhadap Iran terlebih dahulu,” kata Press TV yang dikelola pemerintah di situsnya.

“Pejabat itu mengatakan Iran akan mengurangi komitmen yang disepakatinya dalam kesepakatan nuklir tahun 2015 jika Amerika tidak mencabut semua sanksi, dan memperingatkan bahwa Amerika dengan cepat akan kehabisan waktu,” tambahnya.

Mantan Presiden Amerika Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Setelah menunggu lebih dari satu tahun, Iran membalas dengan melanggar pembatasan dalam pakta nuklir itu, termasuk batas kemurnian 3,67 persen untuk uranium yang dapat diperkaya negara itu.

Sumber : VOA

Rifan Medan