Emas Masih Berada Dalam Tekanan

rifan financindo

Rifan Financindo – Harga emas sepertinya belum mendapatkan dorongan berarti untuk kembali ke level $ 2.000/toz, selain masih tingginya minat bearish terhadap dolar AS, langkah Amerika Serikat dalam memerangi pandemi yang disebabkan oleh COVID-19 juga terlihat mengalami kemajuan.

Hari minggu (23/8) kemarin dapat menjadi titik balik untuk Amerika Serikat dalam usaha mereka untuk memerangi wabah yang disebabkan oleh COVID-19. Trump dan Menteri Kesehatan AS Alex Azar dalam pernyataannya kepada wartawan mengatakan bahwa tingkat kematian di AS telah mengalami penurunan sebesar 35 persen pasca di berlakukakannya pengobatan dengan menggunakan plasma darah dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19.

Meskipun masih ada beberapa faktor pendukung untuk mendorong emas ke posisi lebih tinggi tapi sepertinya investor masih melihat dorongan yang kuat dalam kenaikan dolar yang akan memberikan tekanan pada emas jelang pidato dari ketua The Fed Jerome Powell di simposium tahunan bank di Jackson hole, Wyoming. Menurut beberapa analis sendiri emas telah memasuki periode konsolidasi yang diperlukan. Mereka melihat ini sebagai koreksi sehat yang akan membantu emas mempertahankan tren naik jangka panjangnya.

Untuk pekan ini emas diperdiksi masih tetap berada dalam tekanan dan bertahan di kisaran $ 1.912.73 – $ 1.982.24.

Penulis : Marvy.B

Baca Juga : Minyak Turun Seiring Melemahnya Permintaan Pasca Kenaikan Stok Bensin AS

Rifan Financindo – Harga minyak turun pada awal perdagangan pada Kamis, menambah kerugian besar semalam, setelah penumpukan persediaan bensin AS menunjukkan prospek yang memburuk untuk permintaan bahan bakar karena kasus virus corona melonjak di Amerika Utara dan Eropa.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 27 sen, atau 0,7% menjadi $ 39,76 per barel pada 0127 GMT, pasca penurunan sebesar 4% pada hari Rabu.

Minyak mentah Brent berjangka turun 21 sen, atau 0,5% menjadi $ 41,52 per barel setelah jatuh sebanyak 3,3% pada hari Rabu.

Stok bensin AS naik 1,9 juta barel dalam sepekan hingga 16 Oktober, menurut laporan Badan Informasi Energi (EIA), dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 1,8 juta barel.(mrv)

Sumber: Reuters

Rifan Medan