Emas Menguat, Didorong oleh Penurunan Dolar

Rifan Financindo

Rifan Financindo

Rifan Financindo –  Emas naik pada Senin pagi di Asia, mencapai level tertinggi dua bulan. Pelemahan dolar memberi dorongan pada logam kuning.

Emas berjangka naik tipis 0,18% menjadi $1,820.10 pada 23:36 ET (3:36 GMT). Logam ini tetap di atas level $1.800 setelah mencapai level tertinggi sejak 7 September di awal sesi. Dolar, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun tipis pada hari Senin.

Investor mengkaji laporan tenaga kerja AS hari Jumat, yang menunjukkan bahwa non-farm payrolls meningkat lebih baik dari perkiraan 531.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,6%, pada bulan Oktober.

Di Asia Pasifik, data perdagangan China yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan bahwa ekspor tumbuh 27,1% tahun-ke-tahun di bulan Oktober. Impor tumbuh 20,6% tahun-ke-tahun dan neraca perdagangan mencapai $84,54 miliar.

Sementara itu, Bank of Japan melihat perlunya kebijakan moneter ultra-mudah karena inflasi hanya mengalami peningkatan kecil dan pertumbuhan upah tetap lemah, katanya pada hari Senin dalam ringkasan pendapat dari pertemuan Oktober.(mrv)

Sumber : Investing.com

Baca Juga : Waktu ‘Daylight Saving’ Berakhir di AS, Musim Dingin Tiba

Rifan Financindo – Musim dingin telah tiba di AS dengan berakhirnya waktu daylight saving pada Minggu (7/11) hampir di seluruh wilayah AS. Daylight saving adalah waktu di AS di mana jam terbit dan tenggelamnya matahari sejam lebih lambat dibandingkan waktu standar.

Waktu standar akan dimulai pada pukul dua pagi waktu wilayah masing-masing pada Minggu (7/11). Banyak warga AS akan memundurkan jamnya sejam pada Sabtu (6/11) malam dan bisa tidur satu jam lebih lama. Mulai esok, langit akan gelap lebih cepat.

Tapi sebuah jajak pendapat baru-baru ini memperlihatkan bahwa kebanyakan warga AS ingin berhenti bolak balik antara waktu daylight saving dan standar, meskipun tidak ada konsensus waktu mana yang sebaiknya digunakan setiap tahun.

Poling dari Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research mendapati hanya 25 persen warga AS yang memilih bolak balik antara waktu standar dan daylight saving.

Empat pulih tiga persen waktu AS mengatakan ingin waktu standar yang digunakan sepanjang tahun. Sebanyak 32% persen mengatakan lebih memilih waktu daylight saving digunakan sepanjang tahun.

Hawaii, American Samoa, Guam, Puerto Rico, U.S. Virgin Islands sebagian besar Arizona tidak menggunakan waktu daylight saving time. Waktu daylight saving akan kembali diberlakukan pada Minggu, 13 Maret 2022 pukul 02.00 waktu setempat.

Sumber : VOA

Rifan Medan