Emas Menuju Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2016

Rifan FinancindoRifan Financindo – Harga emas bertahan stabil pada hari Rabu (30/6) karena investor berhati-hati menjelang data pekerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini, tetapi harga bersiap untuk mencatat bulan terburuk sejak November 2016 terkait kebijakan Federal Reserve AS yang akan bersikap hawkish.

Harga emas di pasar spot stabil di $1.761,80 per ons. Emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $1.761,80.

Untuk bulan ini, harga turun 7,6%. Untuk kuartal tersebut, emas telah naik 3,2%.

Kepercayaan konsumen AS melonjak ke level tertinggi dalam hampir 1,5 tahun di bulan Juni karena meningkatnya optimisme pasar tenaga kerja di tengah pembukaan kembali ekonomi sehingga mengimbangi kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi.

Data nonfarm payrolls Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat diperkirakan menunjukkan kenaikan sebanyak 690.000 pekerjaan bulan ini, dibandingkan dengan 559.000 pada bulan Mei, menurut jajak pendapat Reuters.

Perak naik 0,3% menjadi $25,81 per ns. Palladium naik 0,4% pada $2,686,81 dan menuju kenaikan kuartalan beruntun keempat.

Platinum naik 0,2% menjadi $1.068,96, dan bersiap untuk mencatat kuartal dan bulan terburuk sejak Maret tahun lalu.(yds)

Sumber: Reuters

Baca Juga : Pasar Asia Lebih Tinggi; China Akan Merilis Data Aktivitas Manufaktur Bulan Juni

Rifan Financindo – Pasar Asia berada di wilayah positif pada awal perdagangan Rabu (30/6). Sementara itu, China akan merilis data aktivitas manufaktur di pagi hari.

Saham Jepang Nikkei 225 naik 0,55% di awal perdagangan, dan Topix naik tipis 0,45%.

Kospi Korea Selatan naik 0,31%. Saham teknologi melonjak, dengan SK Hynix naik 2,8% dan LG Electronics naik 2,48%.

Di Australia, S&P/ASX 200 melonjak 0,63%. Nama pertambangan utama berada di wilayah positif, dengan Rio Tinto dan Fortescue Metals melonjak hampir 2%.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi China diperkirakan akan mereda pada bulan Juni – tertekan oleh kebangkitan kasus Covid-19 di provinsi ekspor utama Guangdong, menurut jajak pendapat ekonom Reuters pekan ini.(yds)

Sumber: CNBC

Rifan Medan