Emas Menuju Kenaikan Mingguan Kedua, Kekhawatiran Inflasi Berlanjut

Rifan Financindo

Rifan Financindo –  Emas menuju kenaikan mingguan kedua beruntun seiring investor mempertimbangkan kekhawatiran atas tekanan inflasi dengan sinyal dari beberapa pejabat Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga tidak akan segera terjadi.

Pedagang obligasi meningkatkan ekspektasi inflasi AS naik ke tingkat yang tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade di tengah kekhawatiran terhambatnya rantai pasokan dan permintaan konsumen yang bangkit kembali akan terus menaikkan biaya barang dan jasa. Tingkat impas untuk sekuritas yang dilindungi inflasi Treasury lima tahun melonjak pada hari Kamis ke level tertinggi sejak jatuh tempo diperkenalkan kembali pada tahun 2004.

Harga emas di pasar Spot naik 0,2% menjadi $1.786,28 per ounce pada pukul 9:13 pagi waktu Singapura, dan naik 1,1% minggu ini. Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah setelah naik 0,2% di sesi sebelumnya. Perak, platinum, dan paladium semuanya maju. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

Baca Juga : Saham Asia-Pasifik Turun; S&P 500 Catat Rekor Penutupan

Rifan Financindo –  Saham di Asia-Pasifik tergelincir pada awal perdagangan Jumat (22/10) pagi meskipun kenaikan semalam di Wall Street yang membawa S&P 500 ke rekor penutupan tertinggi.

Indeks Nikkei 225 turun 0,29% di awal perdagangan sementara indeks Topix turun 0,39%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,05%.

Saham Australia juga lebih rendah karena Indeks S&P/ASX 200 sedikit tergelincir.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,07% lebih rendah.

Investor akan terus memantau saham China Evergrande Group, dengan pengembang yang dililit utang sedikit mendekati default teknis pada pembayaran obligasi berdenominasi dolar yang jatuh tempo 23 September. Masa tenggang 30 hari berakhir akhir pekan ini. (Tgh)

Sumber: CNBC

Rifan Medan