Emas Pertahankan Penurunan jelang Pertemuan Fed

Rifan Financindo – Rifan FinancindoEmas bertahan di dekat level terendah bulan ini seiring ekuitas AS menyentuh rekor baru lainnya dan investor menghitung mundur pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

Bullion untuk pengiriman segera berada 0,1% lebih tinggi di level $ 1,309.17 / oz pada pukul 9:16 pagi waktu Singapura: harga publik Bloomberg menunjukkan. Logam ini jatuh ke level $ 1.304,71 pada hari Senin, yang merupakan level terendah sejak 31 Agustus.

Fokus sekarang berada pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada 20 September. Meskipun bank sentral memperkirakan suku bunga acuan tidak berubah, sinyal lebih lanjut untuk kenaikan di tahun ini akan ditunggu, beserta kapan waktu penyusutan neraca $ 4,5 triliun dimulai .

“Emas akan berada di bawah tekanan jual pada FOMC besok dan akan sangat sensitif terhadap pergerakan yield AS,” Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda di Singapura, mengatakan dalam catatan yang diterima pada hari Selasa.

Logam mulia lainnya, spot perak melemah 0,1% ke level $ 17.1995 / oz. Platinum menguat 0,1% ke level $ 962,15 / oz sementara paladium diperdagangkan datar di level $ 937.98 / oz. (sdm)

 

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : RBA Lihat Pertumbuhan Pekerjaan akan Solid dengan Risiko Utang Rumah Tangga Masih Ada

Bank sentral Australia mengharapkan mereka akan melihat pertumbuhan pekerjaan yang solid seiring ekonomi membaik secara bertahap, meski mencatatkan risiko-risiko dari utang rumah tangga melebihi pemasukan rumah tangga.

Dalam laporan pertemuan bulan ini, dimana suku bunga dipertahankan tidak berubah, Bank Sentral Australia tidak memberikan sinyal apapun bahwa kebijakan akan segera diubah untuk saat-saat ini.

Poin Utama

Pertumbuhan tenaga kerja yang secara luas berbasis di seluruh negara bagian, menunjukkan penyesuaian pada akhir lonjakan investasi pertambangan telah “hampir selesai”.

Pertumbuhan upah dan inflasi rendah namun stabil.

“Kenaikan bertahap dalam pertumbuhan seperti perkiraan”.

Investasi residensial terlihat telah berada pada puncaknya, namun diperkirakan akan tetap pada level tinggi untuk beberapa waktu ke dapan.

Penguatan dolar Australia membebani pertumbuhan domestik dan berkontribusi pada tekanan inflasi yang rendah. Apresiasi lebih lanjut diharapkan akan membuat kenaikan dalam pertumbuhan dan inflasi menjadi lebih lambat.

Negara bagian

Pejabat RBA menyoroti lagi tingginya risiko utang rumah tangga yang mempengaruhi ekonomi jika tidak ada sinyal positif pada angka pekerjaan dan investasi. Kenaikan lebih dari dari 10% dolar Australia tahun ini masih menjadi tekanan dan pertumbuhan gaji yang lemah juga masih menjadi hambatan.

Pembuat kebijakan juga menikmati lonjakan dari belanja infrastruktur pemerintah seiring residensial investasi tampak sudah berada di puncaknya. Tapi mereka masih agak bingung dengan pasar yang menilai di peluang 60% untuk pergerakan dalam suku bunga di Juni 2018, yang mana digerakkan oleh prospek yang lebih kuat untuk negara maju.

 

Sumber: Bloomberg

 

 

Rifan Medan