1

Florida: Lebih dari 15.000 Kasus dalam Satu Hari

Rifan Financindo –Negara bagian Florida mencatat rekor baru ketika melaporkan lebih dari 15.000 kasus virus corona hari Sabtu saja (11/7). Sejauh ini jumlah tersebut mengalahkan rekor peningkatan infeksi baru di satu negara bagian Amerika dalam satu hari. Rekor kasus virus corona terbanyak dalam satu hari sebelumRifan Financindonya terjadi Rabu lalu (8/7) di negara bagian California yaitu 11.694 kasus baru.

Florida kini mencatat hampir 270.000 kasus virus corona, termasuk 4.346 kematian. Negara bagian itu beberapa minggu lalu telah melonggarkan pembatasan lockdown atau penutupan wilayah dan penghentian kegiatan warga, termasuk di taman hiburan Disney World yang mulai kembali beroperasi pada hari Sabtu, meskipun ada rekomendasi dari para pakar kesehatan untuk menghindari kerumunan massa.

Menurut data John Hopkins University, saat ini ada lebih dari 12,7 juta penderita virus corona di seluruh dunia, termasuk lebih dari setengah juta kematian. Seperempat perebakan virus corona itu terjadi di Amerika yaitu 3,2 juta orang, sementara jumlah korban meninggal lebih dari 134.000 orang.

Pada hari ketika Amerika melaporkan 66.528 kasus baru Sabtu lalu, Presiden Donald Trump tampak untuk pertama kalinya mengenakan masker ketika berkunjung ke Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland.

Sumber: VOA news

BACA JUGA : Minyak tergelincir jelang pertemuan OPEC

Rifan Financindo – Minyak tergelincir di awal perdagangan Asia pada Senin ini, karena para pedagang mengamati pertemuan teknis OPEC pekan ini yang diperkirakan akan merekomendasikan pelonggaran pengurangan pasokan yang telah menopang harga minyak mentah.

Minyak mentah brent turun 27 sen menjadi $ 42,97 per barel pada 0114 GMT, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate berada di level $ 40,27 per barel, turun 28 sen.

Minyak sedikit berubah pekan lalu karena kebangkitan kembali kasus virus corona yang mendorong beberapa negara bagian AS untuk memberlakukan pembatasan perjalanan yang lebih ketat yang dapat mengurangi pemulihan permintaan minyak pada konsumen terbesar di dunia tersebut.

Namun, harga naik lebih dari 2% pada hari Jumat setelah revisi ke atas oleh Badan Energi Internasional dalam permintaan minyak 2020 sebesar 400.000 barel per hari.

Harga minyak telah pulih tajam dari posisi terendah multi-dekade pada April setelah OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, memangkas produksi dengan rekor 9,7 juta barel per hari selama tiga bulan sejak Mei.(yds)

Sumber: Reuters

Rifan Medan