FTC dan Hampir Semua Negara Bagian AS Gugat Facebook

Rifan Financindo – Rifan FinancindoKomisi Perdagangan Federal AS (FTC) dan hampir semua negara bagian, Rabu (9/12), menggugat Facebook Inc. dengan mengatakan perusahaan itu melanggar undang-undang antitrust dan berpotensi dibubarkan.

Dengan pengajuan gugatan kembar tersebut, Facebook menjadi perusahaan teknologi besar kedua yang menghadapi gugatan hukum besar pada musim gugur ini.

FTC dalam pernyataan mengatakan menginginkan keputusan yang “antara lain bisa; mewajibkan divestasi aset, termasuk Instagram dan WhatsApp.”

Guam dan Washington DC dalam gugatan bersama koalisi 46 negara bagian lainnya juga menuntut agar akuisisi Facebook terhadap Instagram dan WhatsApp dinyatakan sebagai ilegal.

“Selama hampir satu dekade, Facebook telah menggunakan dominasi dan kekuatan monopoli untuk menghancurkan pesaing yang lebih kecil, memadamkan persaingan, semua dengan mengorbankan pengguna sehari-hari,” kata Jaksa Agung New York Letitia James.

James mengatakan perusahaan itu menggunakan sejumlah besar dana untuk mengambil alih saingannya sebelum mereka bisa mengancam dominasi Facebook.

Facebook mengatakan sedang meninjau gugatan FTC dan gugatan antitrust dari negara bagian itu. Perusahaan itu mengatakan pemerintah “sekarang menginginkan perubahan tanpa memperhatikan dampak preseden yang akan ditimbulkan terhadap komunitas bisnis yang lebih luas atau orang-orang yang memilih produk kami setiap hari.”

Departemen Kehakiman AS pada Oktober lalu menggugat Google Alphabet Inc. Gugatan itu menuduh perusahaan bernilai $1 triliun tersebut menggunakan kekuatan pasarnya untuk menghambat saingannya.

Tuntutan hukum itu adalah kasus antitrust terbesar dalam satu generasi, sebanding dengan gugatan terhadap Microsoft Corp pada 1998.

Pemerintah federal akhirnya menyelesaikan kasus itu, tetapi perselisihan di pengadilan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan perpanjangan pengawasan anti monopoli telah mencegah perusahaan itu untuk menghambat para pesaingnya dan dinilai telah mendorong pertumbuhan pesat Internet.

Sumber : VOA

Baca Juga : RBA Pertahankan Suku Bunga Pada Rekor Terendah

Rifan Financindo –  Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga resmi tidak berubah pada rekor terendah pada pertemuan kebijakan terakhir untuk tahun 2020 pada Selasa, sementara memberi sinyal meningkatnya kepercayaan untuk kedepannya karena ekonomi terhuyung-huyung kembali hidup setelah setahun tertekan karena kasus virus.

RBA mempertahankan suku bunga resmi di 0,10%, dan mempertahankan target imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun pada tingkat yang sama. Bank sentral juga berkomitmen kembali pada program pelonggaran kuantitatif sebesar $100 miliar dolar Australia (US $73,42 miliar), yang diumumkan pada November.

“Pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan data terbaru secara umum lebih baik dari yang diharapkan. Ini adalah kabar baik, namun pemulihan masih diperkirakan tidak merata dan berlarut-larut dan tetap bergantung pada dukungan kebijakan yang signifikan,” ungkap Gubernur RBA Philip Lowe dalam sebuah pernyataannya.

Keputusan bank sentral datang sehari menjelang data pertumbuhan PDB kuartal ketiga yang diharapkan menunjukkan ekonomi keluar dari penurunan tajam yang dikarenakan virus Covid-19 memaksa penutupan perusahaan secara nasional dan pergerakan pribadi sekitar Maret.

Perekonomian berkontraksi 7% pada kuartal kedua, pukulan terbesar terhadap pertumbuhan dalam hampir satu abad, mengirim negara tersebut ke dalam resesi pertamanya dalam hampir 30 tahun. Sebagai tanggapan, RBA memangkas suku bunga dan menerapkan langkah-langkah kebijakan alternatif seperti QE untuk pertama kalinya. Pemerintah federal juga meningkatkan pengeluaran secara besar-besaran guna mendukung perusahaan dan pekerja.

Sumber: Marketwatch

Rifan Medan