1

Harapan Untuk Pengumuman Reformasi Pajak Trump Telah Mengangkat Dolar AS

Rifan Financindo – Rifan FinancindoDolar menguat terhadap laporan bahwa Presiden AS Donald Trump akan mengusulkan memotong pajak perusahaan menjadi 20 persen dan menaikkan suku bunga individual sebesar 35 persen dalam sebuah pengumuman pada hari Rabu nanti.

Mata uang AS naik terhadap yen untuk hari kedua. Real-money funds membeli dolar terhadap yen untuk pertama kalinya untuk sementara, menghapus pesanan eksportir Jepang di atas level 112,50, menurut seorang pedagang. Treasury tetap berada di back-foot setelah tergelincir pada hari Selasa.

Pilihan bagi Kongres untuk memberlakukan suku bunga yang lebih tinggi terhadap penerima tertinggi “dapat dilihat sebagai prospek peningkatan persetujuan Kongres, jadi tampaknya akan menambahkan sedikit dorongan bagi dolar,” kata Ray Attrill, kepala tim strategi pertukaran mata uang asing dari National Australia Bank Ltd. di Sydney. Ini juga menambah momentum positif setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen memberikan komentar pada hari Selasa.

Indeks Dollar naik 0,1% di atas 50-DMA untuk pertama kali sejak April lalu. USD/JPY naik 0,2% menjadi 112,43. Sementara AUD/USD turun 0,1% ke 0,7881. (frk)

 

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Minyak Rebound Di Atas $52 Terkait Isyarat Pelemahan Stok Minyak Mentah AS

Rifan Financindo – Minyak rebound di atas $52 per barel karena data industri AS menunjukkan penurunan stok minyak mentah yang tak terduga, penurunan pertama sejak Badai Harvey melanda pesisir bulan lalu dan menutup kilang-kilang minyak.

Minyak berjangka naik sebanyak 0,5 persen di New York setelah tergelincir 0,7 persen pada hari Selasa. Persediaan turun 761.000 barel pekan lalu, American Petroleum Institute melaporkan dalam laporannya. Data pemerintah pada hari Rabu diperkirakan akan menunjukkan perluasan sebesar 3,1 juta barel, menurut survei Bloomberg.

Minyak telah menguat lebih dari 10 persen dalam bulan ini karena perkiraan kenaikan permintaan minyak mentah dan saat kilang di Pesisir Teluk AS kembali beroperasi setelah terkena dampak dari Badai Harvey. Harga pada hari Senin naik ke level tertinggi dalam lima bulan karena Turki mengancam akan menutup pengiriman minyak mentah Kurdi yang melalui wilayahnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik sebanyak 28 sen menjadi $52,16 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $52,12 pada pukul 09:31 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 72 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga WTI turun 34 sen menjadi $51,88 pada hari Selasa.

Minyak Brent untuk pengiriman November bertambah 15 sen menjadi $58,59 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent turun 58 sen atau 1 persen menjadi $58,44 pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar $6,50 dari WTI. (frk)

 

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan