1

Harga Minyak Memperpanjang Penurunannya Setelah Lonjakan Persediaan Secara Mengejutkan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoHarga minyak turun untuk hari keempat pada hari Rabu, memperpanjang kerugian setelah lonjakan persediaan AS mengejutkan para investor, menaungi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Minyak mentah berjangka Brent turun 6 sen ke level $ 60,55 per barel pada pukul 00:33 GMT, setelah turun 1,6% pada hari Rabu.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 16 sen, 0,3%, ke level $ 54,90 per barel, setelah turun 0,9%.

Federal Reserve pada hari Rabu memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini dan mengisyaratkan pihaknya tidak akan melakukan pemangkasan lebih lanjut kecuali jika ekonomi berubah menjadi lebih buruk.

Sementara penurunan suku bunga seringkali dapat menjadi bullish untuk harga minyak karena pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat biasanya menyiratkan permintaan yang lebih tinggi untuk minyak mentah, investor fokus pada melonjaknya stok minyak mentah AS di tengah impor yang lebih tinggi dan pelepasan dari cadangan nasional. (knc)

Sumber : Reuters

BACA JUGA : Minyak berakhir di terendah sepekan, pasokan mingguan AS naik 6 juta barel

Rifan Financindo – Minyak berjangka berakhir Rabu di level terendahnya hanya dalam sepekan pasca EIA melaporkan peningkatan pasokan minyak mentah mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan, hampir 6 juta barel, tetapi persediaan bensin turun sedikit lebih dari perkiraan.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 48 sen, atau 0,9%, menjadi $55,06 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent Desember bulan depan yang berakhir pada penyelesaian Kamis, turun 98 sen, atau 1,6%, menjadi $60,61 per barel di ICE Futures Europe. Kedua acuan minyak mentah tersebut menandai penyelesaian terendah sejak 22 Oktober, menurut Dow Jones Market Data.

EIA pada hari Rabu melaporkan bahwa pasokan minyak mentah AS naik 5,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 25 Oktober. Pasokan minyak mentah diperkirakan akan meningkat 2,5 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh S&P Global Platts.(yds)

Sumber: Marketwatch

Rifan Medan