1

Harga Minyak Turun Untuk Sesi Kedua Beruntun Karena Lonjakan Coronavirus Meredam Permintaan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoHarga minyak turun untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Senin karena kasus coronavirus meningkat di Amerika Serikat dan tempat-tempat lainnya, menyebabkan negara-negara untuk melanjutkan lockdown sebagian yang dapat mengganggu permintaan bahan bakar.

Minyak mentah Brent LCOc1 turun 72 sen, atau 1,8%, ke level $ 40,30 per barel pada pukul 0231 GMT, sementara minyak mentah AS CLc1 berada di level $ 37,82, melemah 67 sen, atau 1,7%.

Minyak mentah Brent akan mengakhiri bulan Juni dengan kenaikan bulanan ketiga berturut-turut setelah produsen global utama memperpanjang perjanjian pemotongan pasokan sebanyak 9,7 juta barel per hari ke Juli, sementara permintaan minyak meningkat setelah negara-negara di seluruh dunia melonggarkan tindakan lockdown.

Namun, kasus virus korona global melebihi 10 juta pada hari Minggu ketika India dan Brasil memerangi berjangkitnya lebih dari 10.000 kasus setiap hari. Wabah baru dilaporkan di negara-negara termasuk Cina, Selandia Baru dan Australia, mendorong pemerintah untuk memberlakukan pembatasan lagi. (knc)

Sumber : Reuters

Rifan Financindo – Kasus Covid-19 Melonjak, Pence Salahkan Anak Muda

Rifan Financindo – Wakil Presiden AS Mike Pence, Minggu (28/6), menyalahkan anak-anak muda atas kenaikan tajam kasus virus corona di negara itu dalam beberapa hari terakhir. Pence mengatakan mereka mengabaikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pence, dalam wawancara dengan stasiun CBS, mengatakan œtak diragukan lagi peningkatan tes di AS, sebanyak 500 ribu per hari, telah menyebabkan semakin banyak kasus yang dikonfirmasi. Tapi dia mengatakan œanak-anak muda Amerika telah berkumpul dalam cara-cara yang mungkin tak mematuhi panduan yang kami berikan pada tingkat federal untuk tahapan pembukaan kembali bisnis-bisnis.

Jumlah kasus virus corona di AS telah meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, terutama di tiga negara bagian sebelah selatan: Florida, Texas dan Arizona, yang berjarak ratusan kilometer. Secara total, AS melaporkan lebih dari 40 ribu kasus baru pada Jumat (26/6). Ini adalah angka rekor kenaikan sehari terbanyak di AS dalam enam bulan terakhir.

Pence telah membatalkan beberapa kunjungan politik ke Florida dan Arizona sepekan mendatang karena meningkatnya kasus di kedua negara bagian itu.

AS kini memiliki lebih dari 2,5 juta kasus virus corona dan lebih dari 125.000 kematian, yang terbanyak di dunia. Para pejabat kesehatan memprediksi lebih banyak warga AS akan meninggal dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber : VOA

Rifan Medan