0

Harga Minyak Sedikit Berubah Jelang Data GDP China

Rifan Financindo – Harga minyak naik tipis di awal perdagangan Asia pada hari Senin menjelang data pertumbuhan ekonomi China, yang diperkirakan akan menunjukkan pemulihan pada importir minRifan Financindoyak utama tersebut, mengimbangi kekhawatiran akan dampak dari kebangkitan virus pada konsumsi dan meningkatnya pasokan.

Minyak mentah Brent untuk bulan Desember naik tipis 4 sen menjadi $ 42,97 per barel pada 0018 GMT dan minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di $ 40,90 per barel, naik 2 sen, sehari sebelum kontrak November berakhir.

China akan merilis data GDP kuartal ketiga pada 0200 GMT; ekonominya kemungkinan besar tumbuh 5,2% pada Juli-September dari tahun sebelumnya, karena konsumen muncul kembali dan dibukanya kembali kerjasama dengan mitra dagang utama untuk bisnis, menghapus rekor kemerosotan yang terlihat awal tahun ini.(mrv)

Sumber: Reuters

Baca Juga : Embargo PBB Akan Berakhir, Iran Tak Akan Belanja Senjata

Rifan Financindo – Iran mengatakan pihaknya mandiri dalam bidang pertahanan dan tidak perlu melakukan pembelian senjata besar-besaran, sementara embargo senjata konvensional PBB akan habis masa berlakunya pada Minggu (18/10).

“Doktrin pertahanan Iran didasarkan pada ketergantungan yang kuat pada rakyat dan kapabilitasnya. … Senjata nonkonvensional, senjata pemusnah massal dan pembelanjaan senjata konvensional bukanlah doktrin pertahanan Iran,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri yang disiarkan media pemerintah.

Embargo senjata Dewan Keamanan 2007 terhadap Iran akan habis masa berlakunya Minggu (18/10), seperti yang disepakati berdasarkan perjanjian nuklir 2015 antara Iran, Rusia, China, Jerman, Inggris, Perancis dan AS yang berusaha mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, dengan imbalan sanksi ekonomi diringankan.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump pada 2018 secara sepihak mundur dari perjanjian itu.

Pada Agustus, pemerintahan Trump memicu proses yang bertujuan memulihkan semua sanksi PBB, setelah Dewan Keamanan PBB menolak upaya AS untuk memperpanjang embargo senjata konvensional terhadap negara itu.

“Normalisasi kerja sama pertahanan Iran hari ini dengan dunia merupakan kemenangan bagi tujuan multilateralisme dan perdamaian dan keamanan di kawasan kami,” kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif lewat Twitter.

Sumber : VOA

 

Rifan Medan

Tinggalkan Balasan