Harga Minyak Lanjutkan Kenaikan Terkait Harapan Vaksin COVID

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga minyak memperpanjang kenaikan mereka pada hari Senin karena para pedagang optimis tentang pemulihan permintaan minyak mentah berkat uji coba vaksin virus corona yang berhasil, tetapi kenaikan harga dibatasi oleh penguncian baru di beberapa negara.

Sentimen juga didukung oleh harapan bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lain, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, akan menahan produksi minyak mentah.

Minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen, atau 0,4% menjadi $ 45,13 per barel pada 0039 GMT sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4 sen, atau 0,1% menjadi $ 42,46 per barel. Kedua minyak acuan telah meningkat 5% minggu lalu.

Petugas kesehatan AS dan lainnya merekomendasikan agar inokulasi COVID-19 pertama negara itu dapat mulai disuntik dalam satu atau dua hari setelah persetujuan peraturan bulan depan, seorang pejabat tinggi upaya pengembangan vaksin pemerintah mengatakannya pada hari Minggu.(mrv)

Sumber : Reuters

 

Baca juga : Pompeo Bertemu dengan Juru Runding Afghanistan dan Taliban di Qatar

Rifan Financindo – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan, Sabtu (21/11), bahwa AS akan “selalu siaga dan membantu sebisanya”.

Pompeo mengungkapkan hal itu ketika bertemu dengan para juru runding pemerintah Afghanistan di Qatar, di tengah tanda-tanda kemajuan menuju disepakatinya perjanjian perdamaian dengan Taliban.

Para reporter mendengar Pompeo mengatakan kepada tim negosiasi Afghanistan, œSaya akan sangat tertarik mendengar pendapat Anda mengenai bagaimana kita bisa meningkatkan kemungkinan tercapainya hasil yang sama-sama kita inginkan.”

Diplomat tertinggi AS yang akan segera habis masa jabatannya itu juga bertemu dengan para juru runding Taliban di Ibu Kota Qatar, Doha, ketika AS berusaha mempercepat proses penarikan pasukan AS dari Afghanistan, setelah menginvasi negara itu pada 2001.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Cale Brown, dalam pernyataannya mengatakan Pompeo dan tim negosiasi Taliban membahas bagaimana untuk mengurangi kekerasan di negara yang dikoyak perang itu. Pompeo juga “mendorong dipercepatnya diskusi” untuk mengembangkan “peta jalan politik” menuju gencatan senjata permanen di Afghanistan.

Taliban dan pemerintah Afghanistan mulai perundingan untuk pertama kalinya pada September di Doha setelah Taliban dan AS menandatangani sebuah perjanjian pada Februari. AS sepakat untuk menarik semua pasukan asing dengan imbalam jaminan keamanan dan komitmen Taliban untuk memulai perundingan.

Sumber : VOA

Rifan Medan