1

Harga minyak naik karena meredanya ketegangan di Timur Tengah

Rifan Financindo –Rifan Financindo Harga minyak naik pada Senin karena tetap tingginya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan sanksi “signifikan” terhadap Teheran akan diumumkan.

Minyak berjangka Brent naik 37 sen, atau 0,6%, pada $65,57 per barel pada 00.44 GMT.

Minyak mentah West Texas Intermediate naik 43 sen, atau 0,8%, menjadi $57,86 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa ia membatalkan serangan militernya untuk membalas serangan Iran dengan drone AS, dan pada hari Minggu ia mengatakan bahwa ia tidak ingin berperang dengan Iran.

Harga minyak melonjak pekan lalu setelah Iran menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak yang diklaim AS berada di wilayah udara internasional dan Teheran mengatakan berada di atas wilayahnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Jenis Brent membukukan kenaikan sekitar 5% pekan lalu, kenaikan mingguan pertamanya dalam lima pekan, dan WTI melonjak sekitar 10%, persentase kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016.(yds)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Saham AS berakhir sedikit turun pasca S&P catat rekor penutupan

Rifan Financindo – Saham AS berakhir sedikit lebih rendah pada Jumat ini, tetapi membukukan kenaikan mingguan yang kuat setelah Federal Reserve pada Rabu mengindikasikan bahwa ia dapat melakukan penurunan suku bunga akhir tahun ini.

Saham S&P 500 turun 0,1% menjadi sekitar 2.951, sehari setelah berakhir di level tertinggi sepanjang masanya. Dow Jones Industrial Average turun 34 poin, atau 0,1%, menjadi 26.719. Nasdaq Composite tergelincir 0,2% menjadi 8.032. Dow meraih kenaikan mingguan ketiga secara beruntun, yang menandai kenaikan beruntun terpanjang sejak 22 Februari.

Nasdaq juga mencatat kenaikan mingguan ketiga beruntun, yang terpanjang sejak 3 Mei. Saham Blue-chip Dow secara singkat diperdagangkan di atas rekor penutupan tertinggi yang ditetapkan pada 3 Oktober, tetapi melayang lebih rendah di sesi berikutnya.

IHS Markit mengatakan PMI flash manufaktur pada Juni turun menjadi 50,1 dari 50,5 pada Mei, pembacaan terburuk sejak September 2009. Dalam berita perusahaan, saham Canopy Growth merosot 8% setelah perusahaan marijuana tersebut mengatakan penjualan potnya di Kanada telah menurun di kuartal terakhir.(yds)

Sumber: marketwatch

Rifan Medan