1

Harga Minyak Naik Pasca Penurunan Mengejutkan Pada Persediaaan Minyak Mentah AS

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak rebound dari beberapa hari penurunan harga setelah data industri menunjukkan penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, mengimbangi pembacaan ekonomi yang lemah di Amerika Serikat yang menekan pasar saham global.

Minyak mentah Brent naik 43 sen, atau 0,7%, menjadi $ 59,32 per barel pada 0437 GMT, mengklaim kembali sebagian posisi yang hilang selama tiga sesi terakhir. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di $ 54,23 per barel, naik 61 sen atau 1,1%.

Harga WTI bulan depan ditutup turun untuk sesi keenam berturut-turut pada hari Selasa, penurunan beruntun terpanjang mereka tahun ini, setelah aktivitas manufaktur AS merosot ke level terendah 10 tahun karena ketegangan perdagangan AS dan China membebani ekspor.

Minyak memangkas beberapa kerugian dalam perdagangan pasca-penyelesaian pada hari Selasa setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun pekan lalu sebesar 5,9 juta barel, terhadap ekspektasi untuk kenaikan 1,6 juta barel.(mrv)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Australia Diminta Bantu Investigasi Asal-usul Laporan Mueller

Rifan Financindo – Australia telah mengukuhkan bahwa Presiden Amerika Donald Trump meminta Perdana Menteri Scott Morrison untuk membantu penyelidikan asal-usul laporan Mueller. Permintaan untuk membantu penyelidikan yang dipimpin oleh Jaksa Agung William Barr itu menurut berbagai laporan disampaikan tidak lama sebelum kunjungan Morrison ke Amerika Serikat minggu lalu.

Australia mengatakan akan menggunakan œupaya terbaik untuk bekerja sama dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman Amerika terhadap Robert Mueller. Penyelidikan Mueller atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 sebagian didorong oleh mantan menteri luar negeri dan diplomat Australia, Alexander Downer.

Downer melaporkan bahwa anggota tim kampanye Donald Trump, George Papadopoulos, mengetahui upaya Rusia untuk mendiskreditkan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, kandidat Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika 2016.

Downer mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa ia tidak punya apa-apa lagi untuk ditambahkan ke dalam pelaporan percakapan itu pada bulan Mei 2016.

œMasalahnya bukan hanya saya tidak ingin terus menerus mengulangi pernyataan saya sendiri, tetapi saya tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan tentang hal itu. Maksud saya, saya berbicara dengan orang ini dan meneruskan isi pembicaraan, atau salah satu unsur dari percakapan itu kepada rakyat Amerika. Maksud saya, tidak ada yang lebih dari itu. Saya tidak bisa lagi memberi Anda informasi dan saya tidak tahu apa pun tentang percakapan yang dilakukan oleh Scott Morrison dengan orang-orang Amerika, termasuk dengan Presiden Trump,” kata Downer.

Papadopoulos membantah pernah mendiskusikan detail seperti itu. Dia menjalani hukuman penjara singkat tahun lalu setelah berbohong kepada FBI tentang pertemuan yang dilakukannya dengan orang-orang yang berperan sebagai perantara untuk Rusia.

Dilaporkan bahwa pejabat-pejabat Australia telah diminta oleh pemerintahan Trump untuk menemukan bukti yang mendiskreditkan penyelidikan Mueller.

Sumber : VOA

Rifan Medan