Harga Minyak Naik Dengan Badai Ida Masih Menekan Pasokan Minyak Mentah

Rifan Financindo

Rifan Financindo

Rifan Financindo –  Minyak naik pada Selasa (21/9) setelah penurunan dua hari dengan Badai Ida masih memberikan dampak pada produksi minyak mentah AS dalam tiga minggu.

Kontrak berjangka di New York naik menuju $71 per barel setelah kehilangan lebih dari 3% selama dua sesi terakhir. Royal Dutch Shell Plc mengatakan produksi dari dua ladang terbesarnya di Teluk Meksiko tidak akan dilanjutkan hingga tahun depan karena kerusakan dari badai Ida. Pasar juga fokus pada krisis energi global, terutama untuk gas alam, yang dapat meningkatkan permintaan minyak mentah.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir pada Selasa, naik 0,9% menjadi $70,95 per barel di New York Mercantile Exchange setelah jatuh 2,3% pada hari Senin.

Kontrak November yang lebih aktif naik 1,1% menjadi $70,94 pada pukul 6:10 pagi waktu London.

Minyak Brent untuk pengiriman November naik 1% menjadi $74,67 di bursa ICE Futures Europe setelah turun 1,9% pada hari Senin. (Arl)

Sumber : Bloomberg

Baca Juga : Dolar Turun, tetapi Semua Mata tertuju pada Yuan

Rifan Financindo –  Dolar turun pada Selasa pagi (21/9) di perdagangan Asia dan offshore yuan tetap mendekati level terendah hampir satu bulan. Semua mata sekarang tertuju pada apakah China Evergrande Group akan gagal dalam pembayaran yang akan jatuh tempo mendatang.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya turun tipis 0,09% menjadi 93,172 pada pukul 23:04 ET (3:04 GMT). Indeks naik semalam ke 93,455 untuk pertama kalinya sejak 23 Agustus.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,20% menjadi 109,60.

Pasangan AUD/USD naik tipis 0,19% menjadi 0,7264, dengan Reserve Bank of Australia merilis risalah dari pertemuan kebijakan terbaru sebelumnya.

Pasangan USD/CNY stabil di 6,4662. Yuan melemah sejauh 6,4879 pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak 23 Agustus, dan pasar China ditutup pada hari Selasa.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,07% menjadi 1,3666.

China Evergrande memiliki kewajiban pembayaran bunga $83,5 juta, yang jatuh tempo pada hari Kamis (23/9), pada salah satu obligasi dan $305 miliar dalam kewajiban pokok. (Arl)

Sumber : Investing

Rifan Medan