Kebakaran Hutan di California Capai 4 Juta Hektar

Rifan Financindo – Kebakaran hutan di negara bagian California telah menghanguskan lebih dari empat juta hektar tahun ini, lebih dari dua kali lipat dibanding catatan sejarah terkait jumlah kebakaran Rifan Financindohutan terparah dalam satu tahun di negara bagian itu.

Petugas pemadam kebakaran California mengatakan jumlah lahan yang terbakar itu melampaui rekor pada hari Minggu (4/10) ini. Rekor lahan terluas yang dilalap si jago merah itu adalah dua tahun lalu ketika kebakaran hutan menghancurkan lebih dari 1,67 juta hektar lahan.

“Angka empat juta ini tak terduga. Hal ini mengganggu pikiran dan mengejutkan kita,” ujar Scott McLean, juru bicara Departemen Perlindungan Kehutanan dan Perlindungan atas Ancaman Kebakaran di California – atau kerap disebut sebagai Cal Fire, Scott McLean.

Cal Fire dalam pernyataan hari Minggu mengatakan sudah terjadi lebih dari 8.200 kebakaran hutan sejak awal tahun ini, “yang menghanguskan lebih dari empat juta hektar lahan di California.” Kebakaran itu menghancurkan kawasan yang luas di Connecticut.

Lebih dari 17.000 petugas pemadam kebakaran masih berjuang keras memadamkan api di lebih dari 20 kebakaran hutan di seluruh negara bagian itu.

Sumber : VOA

Baca Juga : Minyak Naik Lebih Dari 1% setelah Sinyal Optimis dari Dokter Trump

Rifan Financindo – Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari Senin, terangkat oleh komentar dari dokter untuk Presiden AS Donald Trump yang menyarankan dia dapat keluar dari rumah sakit segera pada hari Senin, hanya beberapa hari setelah tes positifnya untuk COVID-19 memicu kekhawatiran luas.

Laporan terbaru mengenai kesehatan Trump meredakan ketidakpastian politik di pasar global, mendorong minyak Brent (LCOc1) melonjak hingga $ 39,79 per barel pada 01:40 GMT, naik 52 sen atau 1,3%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS (CLc1) berada di $ 37,64 per barel, naik 59 sen, atau 1,6%.

Harga telah merosot lebih dari 4% pada hari Jumat di tengah ketidakpastian seputar kesehatan Trump, menambah kekhawatiran bahwa meningkatnya jumlah kasus virus korona yang dapat menghambat pemulihan ekonomi global.

Tetapi analis mengatakan rebound pada hari Senin didorong oleh meredanya ketakutan terburuk tentang kondisi kesehatan Trump, meskipun dikaburkan oleh beberapa sinyal yang beragam. (Arl)

Sumber : Reuters

Rifan Medan