Kekhawatiran Pemulihan Ekonomi AS Buat Dolar Dalam Posisi Defensif

Rifan Financindo – Rifan FinancindoDolar diperdagangkan lebih rendah pada Senin pagi setelah data yang lemah dari survei manufaktur regional menambah keraguan akan data suram pekan lalu bahwa pemulihan ekonomi AS sedang goyah.

Terhadap sekumpulan mata uang, dolar diperdagangkan 0,16% lebih rendah pada 92,869, kira-kira di tengah kisaran yang telah dipegangnya sejak turun ke level terendah dua tahun pada akhir Juli.

Pergerakan dalam indeks dolar dibungkam karena ketidakpastian terus membatasi sentimen menjelang rilis risalah rapat kebijakan terakhir Federal Reserve AS dan konvensi pencalonan Partai Demokrat AS.

Dolar Australia naik tipis ke level tertinggi satu minggu di $0,723. Dolar Kanada yang sensitif terhadap minyak juga naik tipis 0,49% menjadi C$1,320 per greenback.

Pasar juga menantikan risalah Fed, yang akan dirilis pada hari Rabu, guna sebagai petunjuk mengenai antisipasi perubahan dalam prospek kebijakan.

Spekulasi tersebar luas bahwa bank sentral AS akan mengadopsi target inflasi rata-rata, yang akan berusaha mendorong inflasi di atas 2% untuk beberapa waktu untuk menutupi tahun-tahun yang telah berjalan di bawahnya.(yds)

Sumber: reuters

BACA JUGA : Minyak Hampir Dekat Tertinggi 5 Bulan Diikuti Penurunan Stok

Rifan Financindo – Minyak menahan kenaikan mendekati level tertinggi lima bulan di New York di tengah tanda-tanda kelebihan stok minyak mentah AS sudah berkurang, sehingga meningkatkan optimisme bahwa pemulihan permintaan di Amerika Serikat sedang membaik.

Persediaan minyak mentah kemungkinan turun selama empat pekan secara beruntun hingga 14 Agustus, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah pada hari Rabu, yang akan menjadi penurunan terpanjang sejak awal September. Sementara itu, komite OPEC + akan melkukan pertemuan pekan ini untuk menilai kesepakatan pasokannya, dengan minyak tetap kuat bulan ini meskipun Organisasi tersebut mengembalikan beberapa pasokan ke pasar.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September turun 0,3% menjadi $ 42,77 per barel di New York Mercantile Exchange pada 8:38 pagi waktu Singapura.

Kontrak tersebut naik 2,1% menjadi $ 42,89 pada hari Senin, penutupan tertinggi sejak 5 Maret.

Brent untuk pengiriman Oktober kehilangan 0,2% menjadi $ 45,29 di bursa ICE Futures Europe setelah naik 1,3% di sesi sebelumnya.(yds)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan