1

Kenaikan Upah Jepang Berakselerasi pada November Meski Prospek yang Suram

Rifan Financindo – Rifan FinancindoUpah Jepang naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan November, menawarkan harapan pengeluaran konsumen yang lebih kuat dapat memicu inflasi jika kenaikan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pendapatan tunai tenaga kerja meningkat 2 persen dari tahun lalu, dibandingkan dengan kenaikan 1,5 persen pada Oktober. Kenaikan itu merupakan kenaikan keempat setidaknya 2 persen dalam sembilan bulan terakhir.

PM Shinzo Abe telah berulang kali meminta perusahaan untuk melakukan kenaikan gaji yang lebih besar untuk membantu mencapai siklus konsumsi dan inflasi yang lebih kuat yang menurut pemerintah dan pembuat kebijakan Bank of Japan diperlukan untuk mencapai pertumbuhan harga yang stabil.

Didorong oleh pasar tenaga kerja yang paling ketat dalam beberapa dekade, upah di Jepang telah tumbuh moderat sejak pertengahan 2017, tetapi tidak secara konsisten pada kecepatan yang diperlukan untuk mendorong inflasi ke target BOJ sebesar 2 persen.

Data November yang sangat kuat menunjukkan bahwa perusahaan harus menaikkan upah untuk menarik pekerja meskipun mereka enggan meningkatkan upah di tengah ketegangan perdagangan, perlambatan di Tiongkok dan ketidakpastian ekonomi lainnya. Namun, keberlanjutan dari kenaikan ini masih diragukan.

Kementerian tenaga kerja mengatakan saat ini mereka sedang mengeksplorasi mengapa data upah baru-baru ini pada bisnis dengan lebih dari 500 karyawan lebih berdasar pada sampel daripada survei komprehensif.

Upah riil, yang disesuaikan dengan inflasi, naik 1,1 persen (perkiraan + 0,4 persen), menyusul penurunan 0,1 persen pada bulan sebelumnya. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham Asia Naik pada Ekspektasi Pembicaraan Perdagangan

Saham Asia menguat pada hari Rabu menyusul kenaikan di AS di tengah optimisme pada potensi kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing. Treasury stabil setelah penurunan baru-baru ini dan dolar merosot.

MSCI AC Asia Pacific Index naik 1,2 persen

Ekuitas di Hong Kong, Korea Selatan dan Jepang memimpin kenaikan setelah semua indeks utama AS menghijau. Presiden AS Donald Trump sangat ingin membuat kesepakatan untuk meningkatkan pasar keuangan yang telah bergolak oleh perang perdagangan, menurut sumber. Sebelumnya, Trump mentweet bahwa pembicaraan “berjalan sangat baik” saat negosiasi berlanjut dengan Tiongkok. Minyak mentah naik ke atas level $ 50 per barel untuk pertama kalinya tahun ini.

Indeks Topix Jepang bertambah 1,1 persen pada pukul 10:30 pagi di Tokyo. Indeks S & P / ASX 200 Australia naik ke level 0,8 persen. Indeks Kospi Korea Selatan gain 1,2 persen. Indeks Hang Seng naik 1,4 persen dan Shanghai Composite menguat 0,4 persen. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan