Lonjakan Harga September Dorong Minyak ke Bull Market

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak bersiap untuk kenaikan bulanan terbesar sejak April 2016 seiring perkiraan kenaikan pada permintaan dan ancaman Turki untuk menghentikan ekspor Kurdi melalui wilayahnya setelah wilayah tersebut memilih untuk merdeka dari Irak.

Futures sedikit berubah di New York, melonjak 9,2 persen di bulan September. OPEC dan Badan Energi Internasional awal bulan ini mengangkat perkiraan permintaan, menandakan surplus yang membebani harga mungkin akan menyusut lebih jauh. Penyuling di Pantai Teluk AS melanjutkan operasionalnya setelah Badai Harvey melanda pantai pada akhir Agustus memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga. Irak mengatakan pada hari Kamis bahwa Turki setuju untuk berurusan secara eksklusif dengan pemerintahnya mengenai ekspor minyak mentah Kurdi.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November berada di level $ 51,60 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 4 sen, pada pukul 9:37 pagi waktu Hong Kong. Harga turun 58 sen untuk ditutup di level $ 51,56 pada hari Kamis, dan naik 12 persen pada kuartal ini, bersiap untuk kenaikan kuartalan terbesar dalam lebih dari satu tahun.

Brent untuk penyelesaian November, yang berakhir Jumat, menguat 27 sen ke level $ 57,68 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London setelah jatuh 0,9 persen pada hari Kamis. Harga melompat 10 persen bulan ini dan hampir 20 persen lebih tinggi pada kuartal ini. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 6,08 untuk WTI. (sdm)

 

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Emas Menuju Bulanan Terburuk di tahun 2017 seiring Rebound Dolar AS

Rifan Financindo – Emas berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar tahun ini menyusul rebound dolar AS di tengah optimisme bahwa rencana reformasi pajak Presiden Donald Trump akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah di level $ 1,286.48 / oz pada pukul 09:31 pagi waktu Singapura: harga publik Bloomberg menunjukkan.

Logam ini turun selama 3 minggu berturut-turut untuk membuat penurunan bulanan menjadi 2,7%, penurunan bulanan tertajam sejak November. Bloomberg Dollar Spot Index bertambah 0,7% pada bulan September untuk menghentikan penurunan bulan ke-enam berturut-turutnya.

“Logam telah berjuang dalam menghadapi beberapa tekanan utama, termasuk rally lanjutan pada aset berisiko yang telah membuat saham menyentuh level tertinggi sepanjang masa, serta kenaikan imbal hasil obligasi dan USD,” kata Jordan Eliseo, pimpinan ekonom di Australia Bullion Co di Sydney, mengatakan dalam email. “Pasar juga telah mengacuhkan kekhawatiran yang berasal dari semenanjung Korea. Mengingat spekulatif panjang yang telah dibangun di pasar, penurunan untuk logam kuning ini tidak terduga. ”

Logam mulia lainnya, spot perak turun 0,3% ke level $ 16,8288 / oz; turun 4,3% bulan ini. Platinum kehilangan 0,2% ke level $ 922,71 / oz; jatuh 7,7% pada bulan September untuk merasakan penurunan bulanan terbesar sejak Agustus 2016 dan paladium naik 0,5% ke level $ 936,84 / oz; melemah 0,2% pada bulan September untuk menghentikan gain tiga bulan beruntunnya.

 

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan