Minyak Berjangka Menetap Lebih Rendah, Harga AS Turun Sekitar 3% Untuk Pekan Ini

Rifan Financindo – Minyak berjangka pada Jumat ini ditutup dengan kerugian, karena meningkatnya ekspor minyak dari Libya dan kekhawatiran yang sedang berlangsung mengenai permintaan energi menarik harga AS di bawah angka $40 per barel.

Reuters melaporkan pada hari Jumat, Perusahaan Minyak Nasional Libya mengatakan telah mencabut force majeure pada komitmen pengirimannya dari pelabuhan Es Sider dan Ras Lanuf, – yang berarti bahwa pelabuhan tersebut dapat memenuhi kewajiban kontrak pada ekspor minyak. “Ekspor Libya bisa melampaui satu juta [barel per hari] dalam empat pekan,” kata Marshall Steeves, analis pasar energi di IHS Markit. Libya melanjutkan ekspor minyak bulan lalu setelah pencabutan blokade delapan bulan yang telah menghentikan ekspor.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 79 sen, atau 1,9%, menjadi $ 39,85 per barel di New York Mercantile Exchange. Berdasarkan kontrak bulan depan, kontrak acuan AS menandai akhir terendah sejak 12 Oktober dan kehilangan 3,1% untuk pekan ini.(yds)

Sumber: Marketwatch

Baca Juga : Tekanan Finansial Bisnis di sekitar Disneyland

Rifan Financindo – California akan mengizinkan para penggemar menonton kembali sejumlah pertandingan olahraga yang digelar di beberapa stadion terbuka di daerah yang tingkat infeksi virus coronanya rendah. Namun, pejabat kesehatan negara bagian itu mengatakan, Selasa (20/10), belum mengizinkan Disneyland dan taman hiburan utama lainnya untuk dibuka kembali.

Sejumlah atraksi mulai dari Disneyland hingga Universal Studio bersiap menghadapi penutupan yang lebih lama lagi – demikian juga beberapa komunitas bisnis di sekitarnya, termasuk hotel, restoran, dan toko yang melayani para pengunjung yang tidak lagi memenuhi daerah itu.

Mike Lyster, juru bicara Kota Anaheim, lokasi dari Disneyland mengatakan pemerintah kota memangkas proyeksi anggaran dana umumnya sebesar 30 persen karena anjloknya penerimaan hotel dan pajak lainnya yang biasanya diperoleh dari kawasan resor dan pusat konvensi didekatnya.

Para pejabat khawatir toko-toko kecil di sepanjang jalan utama yang biasanya dipenuhi turis yang mengenakan telinga Mickey Mouse khas Disney, akan tutup untuk selamanya.

Salah satu korban dari penutupan Disneyland yang diperpanjang itu adalah Rick Cerney, pemilik toko Subway Sandwich di seberang jalan dari Disneyland.

Rick menyaksikan omset hariannya turun dari $3.000 dalam sehari menjadi hanya $300. Dengan penjualan sedemikian kecilnya, ia mungkin dapat bertahan selama empat hingga lima bulan mendatang, tetapi tidak lebih lama dari jangka waktu tersebut.

Sumber : VOA

Rifan Medan