Minyak Bertahan Diatas $ 72 Karena Data Industri Menunjukkan Stok AS Menurun

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak diperdagangkan di atas $ 72 per barel setelah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS menurun mendorong spekulasi pasokan global semakin ketat.

Kontrak di New York sedikit berubah pada awal perdagangan hari Rabu. Inventaris AS turun 1,33 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute. Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu diperkirakan akan menunjukkan penurunan untuk stok pada minggu ketiga berturut-turut, yang akan menjadi penurunan terpanjang sejak Januari lalu.

Minyak telah rally selama bulan ini ke level tertingginya dalam lebih dari tiga tahun terakhir terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gejolak di Venezuela yang dapat memicu kekhawatiran pada produksi minyak mentah. Meskipun produksi minyak mentah AS menyentuh rekornya, Organisasi Negara Pengekspor Minyak akhirnya berhasil mengurangi kelebihan pasokan global. Investor sekarang menunggu pertemuan OPEC pada bulan Juni untuk melihat apakah kelompok tersebut akan bertindak untuk mengatasi masalah pasokan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juli diperdagangkan pada level $ 72,22 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 2 sen, pada pukul 9:05 pagi di Tokyo. Kontrak untuk bulan Juni, yang berakhir hari Selasa, turun 11 sen menjadi $ 72,13. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 86 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent berjangka untuk pengiriman bulan Juli turun sebanyak 6 sen ke level $ 79,51 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 7,33 untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Minyak AS berakhir lebih rendah jelang data pasokan

Rifan Financindo – Harga minyak mengambil berbeda Selasa, dengan acuan global mencatat rekor baru 3 ½ tahun tertinggi sementara acuan minyak AS bergeser lebih rendah, dengan pedagang mengkaji pengaruh potensial dari perkembangan terkait dengan Iran dan Venezuela terhadap prospek produksi minyak mentah dalam negeri.

Gas alam berjangka naik ke level tertinggi sejak Januari, menjelang dimulainya musim panas.

Minyak mentah West Texas Intermediate Juni di New York Mercantile Exchange turun 11 sen, atau hampir 0,2%, untuk menetap di level $ 72,13 per barel. Kontrak, yang berakhir pada penyelesaian hari itu, berakhir pada $ 72,24 per barel pada hari Senin untuk menandai penyelesaian tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak 26 November 2014. Minyak mentah WTI Juli, menambahkan 15 sen, atau 0,2%, menjadi $ 72,20.(yds)

Sumber: Marketwatch

Rifan Medan