1

Minyak bertahan di atas level $ 48

Rifan Financindo – Minyak mempertahankan gain setelah reli terpanjang dalam hampir 1 1/2Rifan Financindo tahun di tengah optimisme dua ekonomi terbesar dunia akan mencapai kesepakatan perdagangan dan surplus minyak mentah AS mungkin berkurang.

Futures di New York sedikit berubah setelah kenaikan enam hari, kenaikan beruntun terpanjang sejak Juli 2017. Ada “peluang yang sangat baik” AS mendapat kesepakatan yang wajar dengan China, Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan kepada CNBC Senin, saat negosiasi perdagangan dimulai pada Beijing. Sementara itu, ekspektasi untuk penurunan stok minyak mentah nasional AS mengurangi kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari meningkat 44 sen ke level $ 48,96 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan 3 sen lebih rendah di level $ 48,49 per barel pada pukul 02:01 siang di Singapura. Harga naik lebih dari 7 persen untuk enam sesi hingga Senin.

Brent untuk penyelesaian Maret tergelincir 6 sen ke level $ 57,27 per barel di ICE Futures Europe Exchange di London. Kontrak ditutup 0,5 persen lebih tinggi di level $ 57,33 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 8,47 per barel untuk WTI bulan yang sama. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Inggris Uji Rencana Darurat Jika Tak Tercapai Kesepakatan Brexit

Rifan Financindo – Keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa mencapai perjanjian apapun meningkat ketika sejumlah anggota parlemen tampaknya tidak mendukung perjanjian yang dicapai Perdana Menteri Theresa May dengan blok negara-negara Eropa itu. Pemungutan suara parlemen tentang perjanjian itu dijadwalkan akan dilakuan minggu depan.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019 mendatang sudah menjadi hukum di Inggris, dan dibutuhkan undang-undang baru untuk membatalkan hal itu. Berdasarkan Pasal 50 undang-undang itu, menunda keluarnya Inggris dari blok itu juga hanya dapat dilakukan lewat perjanjian 27 anggota Uni Eropa dengan suara bulat, yang tampaknya sulit dicapai, kecuali jika Inggris berencana melangsungkan referendum lain.

Pemerintah dan kelompok bisnis di Eropa berupaya mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kekacauan yang akan terjadi jika tidak tercapai perjanjian apapun ketika Inggris keluar dari Uni Eropa; yang terkait dengan rantai pasokan, jaringan energi dan layanan lintas-perbatasan dasar seperti perbankan dan asuransi seiring terjadinya ketidakpastian berkepanjangan.

Hampir 100 truk ikut ambil bagian dalam latihan untuk menguji rencana darurat Inggris hari Senin (7/1). Komando dilakukan dari sebuah lapangan terbang yang tidak digunakan lagi, dan konvoi truk antri hingga sejauh 30 kilometer menuju ke pelabuhan Dover.

Sekitar 10 ribu truk melewati Dover setiap hari, membawa pasokan vital dari benua itu dan mengirim ekspor produk Inggris ke Uni Eropa dan sekitarnya. Otorita berwenang mengingatkan bahwa penangguhan bea cukai dan keamanan apapun dapat menyebabkan kemacetan hingga sejauh 50 kilometer.

Anggota Partai Konservatif di Dover Charlie Elphicke mengatakan truk yang digunakan dalam latihan itu terlalu sedikit dan latihan itu sendiri terlalu terlambat. œSaya menyambut baik upaya Departemen Transportasi untuk mempersiapkan diri menghadapi Brexit, tetapi skala uji coba ini terlalu kecil.

Perdana Menteri Theresa May berharap perjanjian yang dirancang untuk memastikan keluarnya Inggris secara mulus dari Uni Eropa, akan disetujui parlemen.

Sumber: voaindonesia

Rifan Medan

One Comment

Tinggalkan Balasan