Minyak Brent Melonjak Di Atas $80 Ditengah Krisis Energi Global

Rifan Financindo

Rifan Financindo

Rifan Financindo –  Minyak Brent naik di atas $80 per barel di tengah tanda-tanda bahwa permintaan melebihi pasokan, menipisnya persediaan di tengah krisis energi global.

Minyak mentah terkemuka naik untuk hari keenam mencapai tertinggi sejak Oktober 2018, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang kenaikan. Penguatan terakhir minyak datang dengan serangkaian prediksi harga bullish dari bank dan pedagang, kenaikan lebih lanjut dalam gas alam, dan spekulasi bahwa industri energi tidak cukup berinvestasi dalam bahan bakar fosil untuk menjaga pasokan pada level saat ini.

Sementara permintaan di seluruh dunia telah meningkat, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia telah mengurangi pembatasan pasokan dengan sangat hati-hati. Kemudian pada hari Selasa, OPEC akan merilis Outlook Minyak Dunia, yang akan merinci pandangan kelompok tentang fundamental pasar.

Brent untuk pengiriman November naik 1,1% menjadi $80,43 per barel di ICE Futures Europe exchange pada 7:08 pagi di London.

WTI untuk pengiriman November menguat 1,4% menjadi $76,50 per barel di New York Mercantile Exchange. (knc)

Sumber : Bloomberg

Baca Juga : Biden Terima Suntikan Penguat Vaksin COVID-19

Rifan Financindo –  Presiden AS Joe Biden pada Senin (27/9) menerima suntikan vaksin penguat (booster) untuk melawan COVID-19, beberapa hari setelah pemerintahannya menyetujui suntikan ketiga vaksin Pfizer untuk populasi tertentu.

Sebelum menerima suntikan, Biden memberitahu para wartawan Gedung Putih bahwa “penguat itu penting, tapi yang paling penting adalah kita harus mengajak orang-orang untuk divaksin” dengan suntikan pertama.

Dia mengatakan 77% dari penduduk dewasa AS telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin Covid.

“Seperempat dari penduduk negara jangan sampai tak divaksin,” katanya, setelah menerima suntikan penguat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyetujui booster itu pekan lalu untuk tiga kategori warga AS: mereka yang berusia 65 tahun ke atas; pekerja di garis depan seperti guru, tenaga kesehatan dan pekerjaan lain yang membuat mereka berisiko terjangkit Covid-19; dan mereka yang berusia 50-64 tahun dengan komorbid.

Suntikan booster itu tersedia bagi mereka yang pernah menerima vaksin Pfizer-BioNTech sedikitnya enam bulan lalu. Gedung Putih mengatakan Jumat (25/9) 20 juta warga AS berhak menerima vaksin segera, sedangkan 60 juta penerima Pfizer akan berhak menerima booster, enam bulan setelah dosis kedua.

Sumber : VOA

Rifan Medan