1

Minyak Diperdagangkan Dekat $ 63 Terkait Kekhawatiran Kenaikan Stok AS

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak bertahan di dekat 63 per barel karena kekhawatiran akan perluasan stok minyak mentah Amerika menambah keresahan tergadap risiko  aset menyusul ketidakadilan jual beli di seluruh dunia.

Minyak berjangka di New York sedikit berubah setelah memposting penurunan pertama mereka dalam empat sesi pada hari Senin. Persediaan minyak mentah AS mungkin tumbuh sebanyak 3,4 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi (EIA) Rabu besok. Saham Asia mengikuti penurunan pada saham Amerika setelah sell-off di saham teknologi.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April, yang berakhir pada hari Selasa, naik sebanyak 14 sen menjadi $ 62,20 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di $ 62,20 pada pukul 9:16 pagi di Tokyo. Kontrak turun 28 sen menjadi $ 62,06 pada hari Senin. Kontrak bulai Mei yang lebih aktif naik 15 sen menjadi $ 62,28. Total volume yang diperdagangkan sekitar 60 persen di bawah rata-rata 100 harinya.

Brent untuk pengiriman Mei naik 17 sen menjadi $ 66,22 di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 3,95 untuk WTI pada bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : RBA Melihat Gambaran Global yang Lebih Cerah, Peningkatan Bertahap di Dalam Negeri

Rifan Financindo – Bank sentral Australia menyoroti latar belakang global yang lebih baik dan pertumbuhan yang lebih cepat di dalam negeri, sementara menegaskan kembali kenaikan inflasi dan penurunan pengangguran hanya akan terjadi secara bertahap, dalam risalah dari pertemuan kebijakan bulan ini.

Poin Utama

Kapasitas cadangan di pasar tenaga kerja akan terus menurun œsecara bertahap pada tahun 2018 dan, sebagai hasilnya, pertumbuhan upah diperkirakan akan meningkat œsecara bertahap.

Pertumbuhan PDB (GDP) Australia diperkirakan akan melampaui potensi pada 2018 dan inflasi terlihat meningkat œsecara bertahap menjadi sedikit di atas 2%.

Hutang rumah tangga tetap tinggi, berkontribusi terhadap ketidakpastian seputar prospek pertumbuhan konsumsi.

Pertumbuhan ekonomi di sebagian besar mitra dagang utama Australia telah meningkat berada di atas rata-rata lima tahunnya selama 2017 dan momentum ini tampaknya telah dipertahankan hingga 2018.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan