2

Minyak Hentikan Gain seiring Al-Falih Mengatakan Kesepakatan OPEC Masih Belum Teratasi

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak menghentikan kenaikan dua hari terbesarnya sejak Juni seiring investor bergulat dengan keraguan mengenai apakah OPEC dan sekutunya akan mengekang output.

Futures tergelincir 1,3 persen di New York, memangkas gain 4,6 persen dalam dua sesi sebelumnya. Menteri Energi Saudi, Khalid Al-Falih mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah kelompok produsen akan menyetujui upaya untuk menstabilkan pasar yang sedang kelebihan pasokan dan berjalan kembali ke pernyataan terbaru tentang pengurangan pasokan.

WTI untuk pengiriman Januari tergelincir 69 sen ke level $ 52,56 / bbl di Nymex, dan berada di level $ 52,79 pada pukul 9:09 pagi di Seoul. Kontrak naik 0,6% untuk ditutup di level $ 53,25 pada hari Selasa, setelah bertambah 4% sehari sebelumnya. Total volume WTI yang diperdagangkan Rabu ~ 46% di atas rata-rata 100-hari

Brent Februari naik 39 sen untuk menetap di level $ 62,08 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Selasa. Brent ditutup pada premium $ 8,62 untuk WTI untuk bulan yang sama. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Penurunan Saham di Asia Mendalam seiring Treasuries Melonjak

Rifan Financindo – Ekuitas Asia tampaknya akan memerah untuk hari kedua setelah kebangkitan dalam kekhawatiran pertumbuhan berkontribusi pada penurunan di AS dan melonjakan aset haven seperti Treasuries dan yen.

Setelah sell-off besar hari Selasa di Wall Street, saham di Australia, Jepang dan Korea Selatan masih turun, meskipun kurang dari penurunan 3,2 persen di S & P 500 Index. Imbal hasil Treasury 10-tahun turun menjadi 2,91 persen, menandakan pedagang obligasi semakin khawatir tentang prospek pertumbuhan. Saham keuangan merosot karena kurva imbal hasil terus mendatar.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,7 persen pada pukul 9:05 pagi waktu Tokyo.

Indeks Topix Jepang turun 1,2 persen. Indeks S & P / ASX 200 Australia kehilangan 1,3 persen. Hang Seng berjangka melemah 0,6 persen dan FTSE China A50 berjangka jatuh 1,4 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan