Minyak Hentikan Penurunan Diatas $ 50 Sebelum Laporan AS Mengenai Persediaan

Rifan Financindo – Rifan FInancindoMinyak menghentikan penurunannya di atas $ 50 per barel sebelum rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah mengalami penurunan.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 2,1 persen pada hari Senin. Persediaan mungkin menyusut 500.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. Produksi Libya ditetapkan untuk rebound dari level lima bulan terendahnya karena ladang pemasok terbesar di Afrika Utara dimulai setelah berhenti sejenak.

Minyak pada bulan September membatasi kenaikan bulanan terbesar sejak April 2016 seiring perkiraan meningkatnya permintaan dan Turki mengancam untuk menghentikan ekspor ke Kurdi melalui wilayahnya. Organisasi Negara Pengekspor Minyak memompa sedikit minyak mentah dari bulan lalu untuk keuntungan produksi oleh Arab Saudi dan Kuwait, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November berada di level $ 50,54 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 4 sen, pada pukul 7:24 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 86 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga melemah $ 1,09 menjadi $ 50,58 pada hari Senin.

Brent untuk penyelesaian Desember kehilangan $ 1,42 atau 2,5 persen ke level $ 56,12 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Senin. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 5,2 sampai Desember untuk minyak WTI. (knc)

 

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Manufaktur AS berekspansi pada laju tercepat dalam 13 Tahun

Rifan Financindo – Manufaktur di AS berekspansi bulan lalu dengan laju tercepat dalam 13 tahun, didukung oleh pertumbuhan pesanan yang kuat dan produksi yang sehat, data dari Institute for Supply Management menunjukkan hari Senin.

Highlights dari ISM Manufacturing (September):

Indeks pabrik naik menjadi 60,8 (perkiraan 58,1), tertinggi sejak Mei 2004, dari 58,8; pembacaan di atas 50 mengindikasikan ekspansi.

Indeks pesanan baru meningkat menjadi 64,6, yang terkuat sejak Februari, dari 60,3.

Indeks ketenagakerjaan meningkat menjadi 60,3, pembacaan terbaik dalam lebih dari enam tahun, dari 59,9.

Indeks harga yang dibayarkan naik ke 71,5, tertinggi sejak Mei 2011, dari 62.

Kekuatan dari kenaikan dalam indeks ISM mungkin mencakup pemulihan dan peremajaan bisnis menyusul Badai Harvey. Badai memaksa penutupan kilang dan pabrik kimia di daerah Houston. Banyak perusahaan ritel, termasuk dealer mobil  yang terkena banjir sehingga merusak barang dagangan mereka.

Meskipun peningkatan pada pemesanan dan produksi pabrik mencerminkan pemulihan setelah badai, produsen AS memang sudah berada di posisi yang lebih kuat seiring meningkatnya permintaan global dan belanja modal AS.

Manufaktur terus berekspansi selama dua tahun lebih, baik karena konsumen yang terus berbelanja maupun karena investasi bisnis. ISM juga melaporkan kenaikan dalam indeks ekspor dengan produsen mendapat keuntungan dari dolar AS yang melemah tahun ini sehingga membuat barang buatan Amerika menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

Pesanan mungkin akan tetap kuat untuk beberapa bulan mendatang seiring indeks persediaan pelanggan mendekati level terendah enam tahun. Terlebih lagi, indeks backlog milik ISM merangkak naik ke tingkat tertinggi sejak April 2011, yang mana membantu menjelaskan mengapa lebih banyak pabrik meningkatkan perekrutan. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan