1

Minyak Melemah seiring Stok AS Diperkirakan Naik, Goldman Peringatkan OPEC

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak tergelincir ke bawah level $ 72 per barel setelah laporan industri menunjukkan kenaikan mengejutkan dalam cadangan AS dan Goldman Sachs Group Inc menepis perkiraan untuk minyak mentah ke level $ 100.

Futures di New York turun 0,6 persen setelah kenaikan 0,3 persen pada hari Selasa. Stok minyak mentah AS naik 2,9 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan dalam laporan, meskipun ekspektasi penurunan sebelum rilis data pemerintah Rabu ini. Katalis pasokan lain di luar hilangnya pasokan Iran kemungkinan akan diperlukan untuk mendorong harga lebih tinggi, analis Goldman menulis dalam sebuah laporan.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November turun 45 sen ke level $ 71,83 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di level $ 71,92 pada pukul 9:50 pagi di Tokyo. Kontrak naik 20 sen menjadi $ 72,28 pada hari Selasa. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 44 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk November turun 0,5 persen ke level $ 81,47 per barel di bursa ICE Futures Europe setelah menetap di level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 9,60 untuk WTI. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : UE Tetapkan Sistem Pembayaran dengan Iran untuk Pertahankan Perdagangan

PT. Rifan Financindo – Lima pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir dengan Iran telah sepakat untuk membentuk suatu sistem pembayaran khusus yang memungkinkan perusahaan-perusahaan melanjutkan bisnisnya dengan rezim Iran, guna menghindari sanksi-sanksi baru yang diberlakukan Amerika Serikat.

Para utusan Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, China dan Iran mengeluarkan suatu pernyataan Senin malam dari PBB yang mengumumkan pembentukan suatu œWahana Khusus yang akan didirikan di Uni Eropa. Semua pihak dalam perjanjian itu menyatakan mekanisme baru tersebut dibentuk untuk memfasilitasi pembayaran yang terkait dengan ekspor Iran, termasuk di antaranya minyak.

Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, memberitahu wartawan setelah kesepakatan itu diumumkan bahwa wahana khusus itu memberi negara-negara anggota Uni Eropa œsuatu entitas hukum untuk memfasilitasi transaksi finansial yang sah dengan Iran dan memungkinkan perusahaan-perusahaan Eropa untuk melanjutkan perdagangan dengan Iran sesuai dengan hukum Uni Eropa dan dapat terbuka bagi mitra-mitra lainnya di dunia.

Mogherini mengatakan kesepakatan finansial itu juga bertujuan untuk mempertahankan perjanjian yang dicapai pada tahun 2015 dengan Iran untuk mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi ekonomi yang ketat.

Perjanjian tersebut dicapai di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama ketika itu, tetapi penerus Obama, Donald Trump, keluar dari perjanjian itu pada Mei lalu dengan menyatakan kesepakatan itu tidak menyelesaikan masalah program rudal balistik Teheran atau pengaruh Iran di Timur Tengah.

Sumber : VOA

Rifan Medan