1

Minyak Mendekati $ 47 Karena Stok AS Terlihat Memperpanjang Penurunan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak menghentikan penurunannya mendekati $ 47 per barel sebelum data dari pemerintah AS yang memperkirakan bahwa stok minyak mentah akan mengalami penurunan pada periode permintaan yang kuat secara musiman, memangkas overhang persediaan.

Kontrak berjangka di New York naik 0,3 persen setelah merosot 2,4 persen pada Senin kemarin. Persediaan mungkin turun sekitar 3,5 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan dari EIA pada hari Rabu. Libya menghentikan pengangkutan dari ladang minyak terbesarnya dalam gangguan terbaru terhadap produksi dan pengiriman minyak negara OPEC.

Minyak di New York telah berfluktuasi di bawah $ 50 per barel dalam bulan ini di tengah kekhawatiran bahwa menguras kelimpahan global lebih lambat dari yang diperkirakan karena kenaikan produksi, terutama dari AS, yang sedang melawan pengurangan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya. Penjelajah Amerika memompa ke tingkat tertinggi dalam dua tahun terakhir, menurut angka pemerintah yang paling baru-baru ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September, yang berakhir pada hari Selasa, naik 16 sen menjadi $ 47,53 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 69 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak teraktif bulan Oktober menambahkan 18 sen menjadi $ 47,71 pada pukul 09:19 pagi di Hong Kong.

Brent untuk pengiriman Oktober menguat 13 sen menjadi $ 51,79 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent turun $ 1,06 atau 2 persen menjadi $ 51,66 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global sampai bulan Oktober diperdagangkan lebih besar $ 4,08 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Kapal Angkatan Laut AS Tabrakan Dekat Singapura

Sepuluh tentara laut Amerika dilaporkan hilang dan lima cedera setelah kapal perusak angkatan laut Amerika USS John S. McCain bertabrakan dengan kapal dagang di sebelah timur Singapura, dekat Selat Malaka.

 

Armada ke-7 Amerika mengatakan dalam pernyataan Senin pagi (21/5) bahwa kapal perusak berpeluru kendali itu bertabrakan dengan kapal tanker berbendera Liberia Alnic MC kira-kira pukul 6:20 pagi waktu setempat. Kapal McCain sedang menuju Singapura untuk melakukan persinggahan rutin ketika insiden itu terjadi.

McCain mengalami kerusakan signifikan di bagian bawah, tetapi tiba beberapa jam kemudian dengan kekuatan sendiri di Pangkalan Angkatan Laut Changi, Singapura.

Penguasa Pelabuhan dan Maritim Singapura mengatakan Alnic juga mengalami kerusakan, tetapi tidak ada yang cedera di antara awaknya.

Satu helikopter Angkatan Laut Singapura mengangkut empat dari tentara laut Amerika yang cedera ke rumah sakit di Singapura untuk dirawat atas cedera yang tidak mengancam nyawa. Armada ke-7 Amerika mengatakan tentara laut lain yang cedera tidak membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Angkatan Laut dan Pengawal Pantai Singapura juga membantu upaya pencarian korban dan pertolongan.

Presiden Amerika Donald Trump menyatakan dukungannya dengan menuliskan “pikiran dan doanya untuk tentara laut dalam kapal McCain” melalui akun Twitternya.

Kecelakaan tersebut merupakan yang kedua kalinya melibatkan kapal Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika di Pasifik dalam dua bulan ini. Tujuh orang tentara laut meninggal dunia bulan Juni lalu, ketika kapal angkatan laut Amerika USS Fitzgerald dan satu kapal peti kemas bertabrakan di perairan lepas pantai Jepang.

 

Sumber : VOA

Rifan Medan